Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 68


__ADS_3

Pria ini sangat egois!


"Tidak ada alasan. Kau harus patuh kepada perintahku!"


...—oOo—...


Sejak semalam, Olivia tak bisa berhenti memikirkan kata-kata Alio sebelumnya, sampai saat ini ia masih belum bisa mengerti isi pikiran pria itu.


"Rena, menurutmu ... Jika seorang pria yang tinggal bersamamu, tiba-tiba dia mengatakan 'kalau kamu tidak diizinkan untuk pindah? Kira-kira apa alasan dia berkata seperti itu?"


Di ruang tunggu, Olivia menyesap kopi dan bertanya kepada Rena.


"Mungkin dia ingin berbagi biaya hidup denganmu?"


Olivia memutar bola matanya. "Bagaimana jika dia juga mengatakan kalau dia tidak mengizinkan kamu menikah dengan pria yang berkencan buta denganmu?"


Kali ini, Renalah yang memutar bola matanya. "Ya ampun Olivia, jika seorang pria berkata seperti itu, hanya ada satu alasan. Dia mencintaimu! Itu sebabnya dia tidak ingin kamu meninggalkannya dan menikah dengan pria lain, tak usah ditanyakan lagi!"


"Hah? Cinta?" Olivia terkejut.


Alio Wilson? Pria itu mencintaiku?

__ADS_1


"Mustahil! Dia sangat tidak mungkin mencintaiku!" gumam Olivia mengesampingkan semua pikirannya.


Rena merasakan ada sesuatu yang aneh, ia meletakkan kopinya dan bertanya. "Olivia, apakah kamu tinggal bersama seorang pria? Mengapa kamu tidak memberitahuku tentang itu?"


"Pantas saja kamu menolak untuk mengundangku ke rumahmu. Ternyata ada seorang pria di rumahmu!" lanjut Rena agak protes.


"Tidak, ini bukan seperti yang kamu pikirkan!" Olivia mencoba menjelaskan.


"Oh?" Rena jadi bersemangat saat mendengar itu. "Ayo ceritakan lebih banyak lagi, siapa pria yang tinggal bersamamu? Apakah dia tampan? Apakah dia tinggi? Apakah dia kaya? kamu tidak pernah memberitahu. Kamu harus bertanggung jawab karena membuatku penasaran!" Rena menyerang Olivia dengan banyak pertanyaan.


Olivia benar-benar tak tahu bagaimana menjelaskannya, karena ia tak sengaja memberitahu Rena tentang seseorang yang tinggal bersamanya.


TV Kementerian Luar Negeri sering menyiarkan berita politik real-time setiap hari.


Namun, saat ini sebuah berita breaking news muncul di layar TV yang langsung membuat Olivia menahan napas saking terkejutnya.


Pembawa berita itu berkata dengan serius. "Sekarang ada berita intervensi. Baru dua menit yang lalu, sebuah ledakan tiba-tiba terjadi di istana putih Presiden. Dilaporkan bahwa istana putih Presiden dihancurkan dan mungkin Pak Presiden juga termasuk korban yang terluka. Selain itu, banyak orang yang terkena dampak dari ledakan. Korban spesifik akan dilaporkan lagi nanti."


"Bagaimana ini bisa terjadi?" Rena juga memperhatikan berita di TV.


"Apakah dia … terluka?" Gumam Olivia, tragedi mengerikan di istana putih Presiden membuatnya takut.

__ADS_1


"Ya Tuhan, benarkah? Aku dengar Pak Presiden terluka."


"Tidak mungkin! Apakah Pak Presiden terluka parah?"


"Siapa tahu? Diperkirakan ledakan ini ditujukan pada Pak Presiden. Jika Pak Presiden benar-benar terluka, aku akan sangat sedih."


Orang-orang di waiting room juga melihat berita itu, seketika ada banyak pembicaraan.


Olivia menatap TV ingin mengetahui informasi lebih lanjut. Namun, berita itu tak langsung rilis dengan cepat.


"Hei! Olivia, apa kamu baik-baik saja? Wajahmu terlihat pucat." Rena melambaikan tangannya di depan wajah Olivia.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2