
Tak seformal dan serius seperti yang mereka lihat di TV, Alio mengenakan kemeja putih dan jaket warna hitam yang sangat casual.
Pakaian pria itu sangat sederhana, tapi temperamennya yang elegan dan bermartabat tak berubah sama sekali.
Bahkan…
Jelas, Alio sudah tak sabar menunggu di luar pintu saat ini.
Olivia cukup terkejut dan bersuara dengan pelan kepada Rena. "Kenapa dia datang ke sini?"
"Apakah ada alasan lain? Dia pasti datang kesini untuk menjemputmu pulang! Kamu tidak pulang selama berhari-hari!" jawab Rena menjelaskan.
Menjemputku pulang?
Olivia berpikir. "Aku tidak seistimewa itu."
"Apa yang sedang kamu lakukan, cepat buka pintunya!" Rena sangat bersemangat dan mendorong Olivia.
Rena sangat senang seolah-olah Pak Presiden datang untuk mencarinya, Olivia bingung dan menggerakkan tangannya perlahan untuk membuka pintu. Namun, saat tangannya menyentuh gagang pintu, Rena ingat sesuatu dan segera meraihnya. "Berhenti, jangan bergerak, tunggu aku!"
"Ada apa?" tanya Olivia bingung.
"Bekas masker di wajahku belum dicuci, Olivia, cepatlah! Bantu aku membersihkan ruang tamu. Sangat berantakan, tidak ada tempat untuk Pak Presiden duduk," kata Rena berlari ke kamar mandi.
__ADS_1
Olivia pikir Rena terlalu berlebihan. "Bukankah ruangan ini bersih?"
"Tidak semuanya, cepatlah merapikannya!"
Olivia harus bersih-bersih dulu. Setelah beberapa saat, Rena keluar dari kamar mandi.
Saat Olivia melihat sahabatnya itu, ia terkejut hingga tak bisa berkata-kata.
Rena tidak hanya mengganti pakaiannya, tapi dia juga berdandan dengan sangat cepat. Tapi, apakah itu perlu?! Olivia bertanya dalam benaknya.
"Berhenti menatapku, apakah kamu tidak pernah melihatku berdandan? Cepat, buka pintu! Pak Presiden sudah tak sabar menunggu kita diluar."
Alio memang sudah tak sabar menunggu terlalu lama diluar.
"Kenapa kau lama sekali?" Alio bertanya dengan suara yang berat dan menatap Olivia dengan dingin.
"Rena berdandan di dalam." Olivia menunjuk wanita di belakangnya.
Setelah itu, Rena buru-buru melangkah maju dan menyapa Alio. "Senang bertemu Anda, Pak Presiden. Saya Rena sahabat Olivia dan juga ibu angkat Olvi."
"Senang bertemu dengan Anda." Alio sedikit mengangguk pada Rena.
Dibandingkan dengan perilaku yang sebelumnya kepada Olivia, Alio berperilaku lebih sopan dan elegan sekarang.
__ADS_1
Olivia kesal, kenapa Alio harus memasang wajah itu di depannya?
Sebenarnya Alio lah yang harus disalahkan karena kejadian yang terakhir!
Mengingat apa yang terjadi terakhir kali, meskipun beberapa hari telah berlalu, Olivia masih menyimpan dendam pada pria itu.
Olivia bertanya dengan jutek. "Kenapa Anda datang kesini saat tengah malam begini?"
Alio datang ke sini sendirian dan Arnold tak bersamanya, maka jika orang lain melihatnya, semuanya bisa jadi masalah. Bagaimana jika serangan lain terjadi?
"Jangan bicara di depan pintu, silahkan masuk dan duduk didalam!" Rena menyela, lalu ia memelankan suaranya dan berbisik kepada sahabatnya. "Olivia, jangan bertingkah seperti anak kecil, tolong ajak Pak Presiden masuk ke dalam!"
Saat Olivia ragu-ragu, Alio menyahut. "Tidak perlu!"
Lalu, Alio mengerutkan keningnya dan menyipitkan matanya yang dingin ke arah Olivia. "Bagaimana bisa kamu menjadi seorang ibu?" tanya pria itu dengan nada mencela.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
__ADS_1
Thankyou so much and see you next chapter~