Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 190


__ADS_3

Tuan dan Nyonya besar keluarga Wilson sudah cukup tua dan mereka berdua menikmati hidup di tempat yang tenang. 


Rumah mewah yang mereka tinggali terletak di pinggiran kota dan tamu harus melewati beberapa penjaga pintu masuk yang ketat untuk sampai ke bangunan utama.


Saat mobil Alio masuk, seorang bodyguard yang terlatih keluar dari pos penjaga dan memberi hormat.


Mobil berhenti di depan rumah mewah, semua maid dan butler sudah berbaris rapi di dekat pintu, menunggu mereka masuk.


Begitu Alio turun dari mobil, ia tahu siapa yang dinanti orang-orang itu dan ia melihat Nyonya besar Wilson bergegas ke arahnya.


"Di mana cucu kecilku? Ayo, aku ingin melihat cucu kecilku."


Tak lama setelah Alio turun, Olvi segera keluar dari dalam mobil, sebelum Alio memperkenalkan putrannya, Olvi memanggil orang tuanya dengan nada merdu dan manja khas anak kecil. "Kakek, Nenek!"


"Oh, cucuku sayang," balas wanita tua itu menangis tersedu-sedu tapi dipenuhi semangat. 


Nyonya besar keluarga Wilson membungkuk dan mengulurkan tangannya, lalu membujuk cucunya yang lucu. "Ayo, peluk Nenek!"

__ADS_1


Olvi terhuyung-huyung dan berkata dengan suara manja. "Nenek, aku sangat gemuk, jadi sebaiknya nenek berhati-hati."


"Bagaimana bisa? Cucuku sempurna! Siapa bilang cucu kecilku gemuk? Aku akan memberinya pelajaran! Anak kecil bagus saat mereka tampak gemoy berarti mereka sehat."


Wanita tua itu menggendong Olvi dengan tangannya dan memandangi wajah cucunya yang putih dan imut, ia sangat senang.


Kemudian Nyonya besar Wilson mendekatkan wajahnya dan berkata lagi. "Cepat, beri Nenek ciuman!"


Olvi adalah anak yang sangat bijaksana, tanpa pikir panjang ia langsung memberikan ciuman pada Neneknya.


Melihat interaksi mereka, Tuan besar Wilson merasa iri. Tapi pria tua itu adalah orang yang bersikap serius dan berwibawa, bagaimana ia bisa meminta ciuman seperti itu?


"Apa maksudmu? Berapa umur cucu kita dan pria apa yang kamu bicarakan, pria tua?" sewot Nenek Olvi.


"Nenek, aku seorang pria sekarang, seorang pria kecil," sambung Olvi tersenyum manis, menunjukkan giginya yang rapi dan berkilau.


Mendengar itu, Nyonya besar segera mengubah nada bicaranya dan mengangguk. "Ya, Sayang. Kamu pria kecil favorit Nenek sekarang!"

__ADS_1


"Seorang pria harus bergaul dengan seorang pria juga," ucap Kakek Olvi memberikan tongkatnya kepada butler di sampingnya.


Kemudian, pria tua itu mengulurkan tangannya kepada cucunya dengan tatapan serius. "Ayo, Kakek akan menggendongmu!"


"Jangan menahan dirimu jika kamu ingin memeluknya!" sindir Nenek Olvi pada suaminya, ia langsung mengungkapkan kebohongan pria tua itu.


Kemudian, wanita tua itu berbicara kepada Olvi. "Kakekmu memang terlihat menakutkan, tapi jangan takut padanya! Sebenarnya, dia lebih bersemangat daripada siapa pun di sini untuk melihatmu."


Olvi menggelengkan kepalanya. "Aku tidak takut, Kakek adalah pria yang baik."


"Ya, aku adalah orang yang baik," sahut Kakek Olvi tak bisa menahan tawanya karena keimutan cucunya.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2