Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 71


__ADS_3

"Kalau begitu, tolong jaga Kak Alio hari ini. Sekarang situasi politik sedang memanas baik dalam negeri maupun luar negri sedang memperhatikan Pak Presiden. Oleh karena itu, berita tentang Pak Presiden yang terluka parah harus di rahasiakan. Aku hanya bisa meminta bantuan kak Olivia karena disini tak ada butler dan maid. Aku harap kakak bisa mengerti dan membantu kami."


Olivia mengerti alasan berita itu melaporkan bahwa Presiden tak terluka, karena sekarang situasi politik berada dalam masa ketika internal dan eksternal saling terhubung. Jadi, seorang Presiden tak boleh menunjukkan kelemahannya, apalagi sampai tak ada yang memimpin sebuah negara, bisa-bisa rakyat akan kacau dan negara akan hancur.


"Percayakan saja padaku, aku akan menjaganya!" ucap Olivia sambil mengangguk yakin.


Arnold menganggukkan kepala dan menuntun Olivia masuk dalam rumah. Dari luar, rumah itu terlihat tak mahal, tetapi furniture di dalamnya tampak mewah.


Disini, hanya ada beberapa orang yang dipercaya oleh Alio, suasana di rumah ini sangat tegang dan serius.


"Di mana, Pak Presiden?" Olivia bertanya dengan khawatir.


"Ikuti aku, kak!" Arnold membawa Olivia ke satu-satunya kamar di rumah ini.


Arnold mengangkat tangannya sebelum mengetuk pintu, mendengar suara di dalam, pria itu berbalik untuk memperingati Olivia. "Didalam nanti, mungkin Kak Olivia akan melihat banyak darah, jadi Kakak harus siap secara mental."


Olivia mengambil napas dalam-dalam dan mengangguk, lalu Arnold membuka pintu dan mereka berdua pun masuk.


Meskipun Olivia sudah siap secara mental, saat ia tiba-tiba melihat fakta di dalam ruangan itu, ia takut untuk memundurkan langkahnya.

__ADS_1


Darah.


Olivia dikejutkan dengan darah yang memenuhi seluruh seprai, lantai dan juga tubuh Alio.


Kaki Olivia terasa lemas dan kepalanya pusing. Alio berbaring sekarat di sana, dadanya terluka karena ledakan dan otot lengannya terbuka.


Olivia diam membeku, ia bahkan merasa bahwa pernapasannya menjadi sulit.


"Bagaimana ... bagaimana dia bisa terluka begitu parah?"


Bagaimana mungkin? Alio dilindungi oleh banyak pengawal, dia seharusnya baik-baik saja dan tak terluka.


Olivia mengerti alasannya, otoritas hidup yang berdampingan dengan bahaya. Alio adalah seorang Presiden, karena itu dia tak bisa mundur melainkan menghadapinya.


Pria ini, untuk menjadi Presiden termuda dan terpopuler pantas mendapatkan penghargaan.


Melihat Alio, tiba-tiba muncul perasaan tulus yang aneh dalam diri Olivia.


Seperti ... semacam rasa hormat dan juga kekaguman.

__ADS_1


Olivia sangat senang kalau ayah Olvi adalah orang yang sangat bertanggung jawab.


Setelah itu, dengan cepat Dr. Lay membantu Alio mengobati lukanya dan keluar dari kamar. 


Olivia dengan cepat mengikutinya dan bertanya. "Dokter, bagaimana dengan keadaan Pak Presiden?"


"Sekarang Pak Presiden masih koma, lukanya sangat serius sehingga dia akan demam di malam hari. Pada saat itu, kamu harus ingat menggunakan alkohol untuk membantu membersihkan seluruh tubuhnya," jawab Dr. Lay menjelaskan.


Olivia mengangguk. "Baik, saya akan mengingatnya. Apa ada lagi yang harus diperhatikan?"


"Luka di tubuhnya tidak perlu di bersihkan dengan air, ini nomor telepon saya. Jika dia masih demam besok pagi, segera hubungi saya!" Dr. Lay menulis nomor teleponnya dengan cepat menggunakan pulpen.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2