
"Apa?" Olivia bingung.
"Apakah kau tidak tahu dia sakit?" balas Alio.
"Olvi?" Olivia mengerti maksud pria itu. "Bagaimana bisa? Aku menelponnya setiap hari, anak itu tidak pernah bilang kalau dia sakit. ”
Alio tak mengatakan apa-apa lagi, sepertinya pria itu tak peduli apakah Olivia akan mempercayainya atau tidak.
Sebaliknya, Alio mengangguk pada Rena dan berpamitan. "Maaf, Nona Rena, sampai jumpa lagi."
"Ah, Anda pergi sekarang?" Rena merasa sedih.
Sementara itu, Alio Wilson pergi tanpa ragu-ragu.
Olivia tiba-tiba menyadari. "Tunggu, Pak Presiden, saya akan pulang bersama Anda!"
Hati Olivia sudah khawatir sejak ia mendengar Olvi sakit.
Alio melangkah ke lift dan mengabaikan perkataan wanita itu.
Pintu lift tertutup perlahan dan Alio terus melihat ke depan tanpa ekspresi, tak menunjukkan niat menunggunya.
Melihat lift ditutup dan bergerak turun, Olivia menjadi sangat kesal.
"Pria yang sangat-sangat…wahhh! Kenapa dia mengabaikanku? Sangat menyebalkan!"
__ADS_1
"Oke Olivia, jangan marah! Kamu mau pulang dengan keadaan seperti ini?" Rena melirik piyama Olivia. "Cepat ganti pakaianmu, toh, kamu kan bisa naik taksi."
Olivia pikir apa yang dikatakan Rena ada benarnya.
Kemudian Olivia bergegas pergi ke kamar tidur dan berganti pakaian, sementara Rena menunggu di samping pintu.
"Aku pergi dulu, jangan lupa mengunci pintu saat kamu tidur." Olivia memeluk Rena.
"Hubungi aku saat kamu sudah sampai. Selain itu, ceritakan padaku apa yang terjadi dengan anak angkatku." Rena tampak khawatir.
"Oke." Olivia juga cukup cemas. "Saat aku sudah sampai dirumah aku akan mencari tahu apa yang terjadi. Hari ini saat aku menelpon Olvi, dia terdengar baik, jadi mungkin sakitnya tidak parah."
"Oke, jangan terlalu khawatir, Olvi mungkin saja masuk angin."
Olivia mengangguk. "Selamat tinggal, Ren. Sampai jumpa lagi!" setelah mengucapkan perpisahan, Olivia melangkah menuju lift.
Bahkan…
Apakah pria itu datang sangat larut malam begini hanya untuk mengatakan kalimat Olvi sakit padaku?
Semakin Olivia memikirkannya, semakin ia tak bahagia. Sambil menggerutu, Olivia keluar dari lift dan gedung apartemen, tapi ... saat ia pergi untuk mencari taksi tiba-tiba...
Dengan suara BROOOMM!
Sebuah mobil sport berwarna abu-abu melaju sangat cepat seperti angin.
__ADS_1
Olivia kaget dan refleks melangkah mundur, apalagi mobil itu berhenti tepat di depannya.
Lalu, jendela mobil perlahan turun.
Melalui cahaya yang redup, Olivia langsung mengenali orang yang duduk di kursi pengemudi.
Jika bukan Alio, siapa lagi yang akan punya wajah tampan begitu? Namun…
Bukankah pria itu baru saja pergi meninggalkan Olivia?
"Masuk!" Alio mengucapkan sepatah kata itu dengan suara dingin.
Olivia tak ingin berkompromi dengan mudah, jadi wanita itu tetap diam selama beberapa detik.
Tapi, Alio tak menunggunya, pria itu menyalakan mobil dan hendak menginjak pedal gas.
Olivia mengutuk Alio secara diam-diam, ia berlari ke depan mobil pria itu tanpa ragu dan buru-buru menahan bagian depan mobilnya sambil berkata. "Aku akan masuk ke dalam mobil! Jangan pergi! "
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
__ADS_1
Thankyou so much and see you next chapter~