Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 359


__ADS_3

"..."


Wajah Olivia langsung memerah lagi. Pria ini! "Aku ingin bertanya, ide mempekerjakan ibu tiriku di restoran kementerian luar negeri sebagai pelayan, itu darimu, kan?"


Alio mengangkat bahunya. "Aku tidak bisa memikirkan ide yang jahat seperti itu. Tentu saja, itu adalah usulan dari Arnold."


Olivia terkejut. Sejauh ini, Arnold terlihat ramah dan baik, tapi ternyata pria itu memiliki banyak ide jahat.


"Dengan balasan seperti itu pada ibu tirimu, apakah kamu puas?" tanya Alio.


Olivia menganggukkan kepala dengan ringan, kali ini, Jesi pasti tak akan berani mencari masalah dengannya lagi!


Sambil bersandar di mobil, Alio mengobrol santai dengan Olivia. "Dengan memanfaatkan kejadian ini, kami juga akan menyelidiki Glen dan beberapa pejabat yang lain. Mereka semua tidak akan bisa lepas dari masalah ini."


"Tapi apakah aman untuk menyelidiki mereka? Ayahku bilang, mereka adalah bawahan wakil Presiden. Jika kamu menyelidiki mereka, mungkin Tuan Scarlett akan—"

__ADS_1


"Mereka hanya sebagai peran kecil, tidak ada ancaman bagi wakil Presiden. Tuan Scarlett tidak akan bertindak bodoh dan mencari masalah denganku hanya karena orang-orang seperti itu."


"Baguslah," ucap Olivia merasa lega. Sebenarnya, yang ia lebih khawatirkan adalah pembatalan pertunangan Alio dan Angela.


Alio menatap Olivia dengan serius. "Sekarang semuanya telah selesai, bagaimana denganku?"


Olivia memandang pria itu dengan kebingungan.


Alio menatap mata Olivia dengan tajam. "Apa yang terjadi lima tahun lalu ... apakah kamu sudah memikirkan cara menghadapiku?"


Ketika Olivia membicarakan tentang putra mereka, wajah wanita itu terlihat lembut dan penuh kasih sayang.


Di momen ini, sebenarnya Olivia hanya memakai piyama yang sangat sederhana, bahkan rambutnya jadi agak berantakan karena ditiup angin, tapi di mata Alio, dari atas sampai bawah Olivia keliatan bersinar di kegelapan malam, membuat hati Alio berdebar-debar.


Dada Alio seperti kena pukulan yang sangat keras, perasaannya hanya dipenuhi dengan kehangatan dan terharu. Olivia adalah wanita yang penuh dengan cinta dan paham soal kasih sayang.

__ADS_1


Wanita seperti Olivia memang menarik, seberapa besar perasaan suka Alio pada Olivia sebelumnya, ia tak punya alat ukur, tapi Alio tahu, perasaan sukanya saat ini sama sekali tak sederhana.


"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Olivia merasa agak tak nyaman dengan pandangan Alio, karena pria itu melihatnya dari atas sampai bawah untuk waktu yang lama.


Alio tersenyum, ekspresi dingin dan kaku yang biasanya sengaja ditunjukkan, perlahan-lahan menghilang di dalam senyumnya.


Akhirnya, Alio menyaksikan Olivia naik ke lantai atas, ia pun masuk dan duduk kembali di dalam mobil. Kemudian, melihat dirinya sendiri di spion, sudut bibirnya ternyata melengkung ke atas setelah sekian lama.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2