Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 275


__ADS_3

"Ya, Nyonya Olivia, silakan Anda lihat yang ini," ucap Brisia sembari menunjukkan pada Olivia sebuah dress terbuka yang sangat indah.


Dress tersebut dihiasi berlian—pada beberapa bagian, membuat Olivia tak bisa berkedip.


"Nyonya Olivia—dress ini adalah dress terbaik, yang pernah dibuat oleh designer terkenal Lili, dan juga sudah dipajang di butik kami selama tujuh tahun!"


"Banyak wanita diluar sana, yang sangat ingin membeli dress ini tetapi mereka tidak mampu membelinya!"


"Karena Pak Presiden, sangat menyukai dress ini beliau memilihkan dress ini—khusus untuk Anda! Dress ini sangat istimewa!"


Setelah mendengar penjelasan itu—Olivia pun sangat terkejut dan merasa sangat tersentuh.


Olivia tak menyangka, jika pria itu, memikirkan hal semacam ini untuk dirinya.


Padahal, ketika Olivia berbicara dengan Alio di telepon tadi—ia tak mengatakan apapun kalau ia sedang kesulitan.


Namun saat Olivia memikirkan hal tersebut, ia teringat akan posisinya—yang sangat berbeda dengan Alio! Karena ... mereka berdua berasal dari dunia yang sangat berbeda!


Alio memiliki segalanya—sementara Olivia tak memiliki apa-apa!


Lalu, tangan Olivia pun, menyentuh salah satu dress tersebut dengan perasaan sedih.


Ada beberapa orang diluar sana—yang terlahir dengan hati yang kuat untuk berjuang.


Dan ada juga, beberapa orang beruntung yang terlahir dengan kekayaan sangat berlimpah!

__ADS_1


"Aku akan memilih dress yang ini," ucap Olivia, memilih dress warna biru malam, yang dihiasi sedikit berlian kecil dan paling sederhana.


"Selera Nyonya, sangat bagus!" puji Brisia, lalu memberikan perintah pada stafnya. "Antarkan, Nyonya ke ruang ganti lalu rias wajahnya!"


"Baik, Madam! Nyonya Olivia, silakan...," jawab staf tersebut lalu melaksanakan tugas.


Kini, waktu sudah menunjukkan pukul 5 lewat, dan Olivia harus datang ke tempat pesta lebih awal!


Olivia pun naik mobil mewah, yang disediakan oleh Alio menuju tempat pesta! Kemudian, dia menunjukkan undangan yang ia bawa, ke para petugas pesta dan akhirnya dibawa ke aula.


Kini, Olivia melihat banyak penerjemah di aula samping pesta yang saling menyapa.


Setiap langkah Olivia, disoroti dengan tatapan tajam dari orang-orang di sekelilingnya.


Saat para tamu mulai memasuki aula—semua penerjemah pun sibuk—dengan tugas mereka masing-masing.


Namun, Wakil Menteri—yang akan didampingi oleh Olivia hari ini belum juga tiba.!


Olivia pun melihat jam tangannya dan melihat waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam.


"Nona Olivia!"


Lalu, suara sekretaris Wakil Menteri terdengar di belakang Olivia, memanggil nama Olivia.


Olivia berbalik lalu ia pun tersenyum. "Apakah, Pak Wakil Menteri sudah tiba?" tanyanya.

__ADS_1


"Ya, baru saja tiba. Tapi, Pak Wakil Menteri membawa pendamping yang pandai berbicara 7 bahasa hari ini, jadi Anda tidak akan terlalu sibuk untuk saat ini."


Olivia sedikit syok mendengarnya. Ternyata, Pak Wakil Menteri sudah membawa penerjemah yang pandai berbicara tujuh bahasa. Meski begitu, Olivia tidak perlu khawatir lagi, bukan?


"Jadi, apa itu berarti saya bisa pulang?" tanya Olivia dengan nada kecewa.


"Tentu saja tidak! Saya sangat berharap, kalau Nona Olivia tetap berada disini malam ini!"


"Jika ada kecelakaan di tengah acara, lalu Pak Wakil Menteri—tidak menemukan penerjemah pada saat itu, maka itu akan menjadi hal yang buruk! Saya memohon pengertiannya, Nona!"


"Baik," jawab Olivia yang tidak memiliki pilihan lain.


Olivia merasa kecewa, tapi tetap memutuskan untuk tinggal.


Sebagai penerjemah yang berpengalaman—ia tahu betapa pentingnya untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk di dalam acara penting seperti ini.


Meskipun Wakil Menteri memiliki penerjemah yang pandai, Olivia akan tetap siap, jika terjadi keadaan darurat.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)


Thankyou so much and see you next part~

__ADS_1


__ADS_2