Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 91


__ADS_3

"Ya, Nona Olivia. Tapi, jika Anda tidak ingin mengikuti penilaian, kami juga bisa mempekerjakan Anda secara langsung."


Apakah Olivia mengikuti penilaian atau tidak, itu tak penting lagi. Bagaimanapun, tak peduli apa hasil dari penilaian itu, pada akhirnya ... keputusannya sudah ditentukan dan hanya satu jawaban yaitu lulus!


Dua orang paling berkuasa telah menelpon Kementerian Luar Negeri, siapa yang berani mengeliminasi Olivia?


Tak ada yang berani mencari kematian mereka sendiri!


"Tidak, tentu saja saya akan ikut penilaian. Tapi, saya ingin bertanya … saya tidak ikut penilaian terakhir kali, jadi otomatis saya sudah didiskualifikasi. Kenapa saya bisa ikut penilaian lagi sekarang? "


"Anda tidak perlu bertanya kenapa, karena kami baru saja menerima telepon dari atasan yang lebih tinggi."


Telepon dari atasan yang lebih tinggi?


Apakah itu Alio? Olivia menebak.


Hmm... pria itu benar-benar menelpon Kementerian Luar Negeri untuk hal sepele seperti itu?


Namun, bahkan jika Alio benar-benar melakukannya, pria itu hanya ingin balas budi karena sudah membuat masalah untuknya!


Olivia memikirkan kata-kata Alio yang acuh tak acuh hari itu, saat ini … hatinya terasa hampa dan ia sendiri tak tahu persis mengapa?

__ADS_1


...—oOo—...


Di malam hari.


Setelah menidurkan Olvi di tempat tidur kamarnya sendiri, Olivia mandi dan bersandar di bantal tempat tidurnya sambil membaca buku.


Olivia akan mengikuti penilaian resmi besok.


Karena Alio memberinya kesempatan ini, Olivia harus berhasil. Olivia tak ingin dipandang remeh oleh Alio.


Tapi...


Sudah jam 9 malam, pria itu belum pulang.


Selama dua jam itu, Olivia tak pernah meninggalkan TV meski hanya sebentar, menonton siaran langsung dari awal hingga akhir membuat jantung Olivia menegang dan berdetak kencang tak karuan seakan-akan jantungnya akan akan copot dan keluar dari dadanya.


Setelah siaran langsung berakhir tanpa adanya masalah, Olivia akhirnya bisa tenang.


Bukankah Pak Presiden akan pulang ke kediaman Presiden malam ini?


Saat Olivia memikirkan hal itu, seberkas sinar cahaya menembus jendela kamarnya.

__ADS_1


Olivia segera bangkit dan berjalan tanpa alas kaki ke arah jendela. Seperti yang ia duga, armada mobil Alio memasuki area mansion.


Olivia bergegas keluar dari kamarnya dan berjalan ke tangga hanya dalam beberapa detik. Wanita itu menuruni tangga dan bertemu Alio yang diikuti oleh beberapa bodyguard termasuk Arnold di tengah jalan.


Mungkin karena mereka berdua diam-diam memiliki ikatan batin satu sama lain, atau itu hanya kebetulan, Alio sedikit mengangkat kepalanya dan menatap ke mata Olivia yang khawatir.


"Kak Olivia, sekarang sudah larut malam. Kenapa kakak belum tidur? "Arnold menyapanya terlebih dahulu.


Olivia baru sadar kalau ia sangat gugup sehingga ia berlari keluar tanpa alas kaki.


Apakah pria itu akan menganggapnya konyol? Atau apakah pria itu akan merasa sangat risih?


Alio masih menatapnya, membuat Olivia merasa sedikit tak nyaman.  Akhirnya, Olivia hanya tersenyum pada Arnold dan mencari alasan untuk dirinya sendiri. "Tadi aku sedang belajar untuk penilaian besok, tapi aku tiba-tiba merasa haus dan ingin minum segelas air. Aku tidak menyangka akan bertemu dengan kalian. "


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2