
Pada saat Alio mengulurkan tangannya untuk mengambil cangkir teh, tanpa sengaja tangan Alio menyentuh tangan pramugari itu.
Pramugari itu baru saja bekerja, jadi ini adalah pertama kalinya ia bertemu dengan Presiden.
Pramugari itu terpesona dengan ketampanan Alio dan sentuhan tangan Alio itu tanpa sadar membuat cangkir teh yang pramugari pegang terjatuh bersamaan dengan tumpahnya teh.
"Ma-maafkan saya Pak Presiden! Ma-maaf—," ucap Pramugari itu yang terus meminta maaf kepada Alio.
Arnold langsung berdiri dari tempat duduknya sambil mengerutkan keningnya.
"Mengapa kau itu bisa sangat ceroboh, hah!?" teriak Arnold marah.
"Sudahlah," ucap Alio sambil menghela nafas.
Lalu, Alio melambaikan tangannya, menyuruh pramugari itu pergi.
Arnold pun menghela nafasnya, lalu berbicara dengan sekretaris Leah.
"Tolong siapkan jas yang baru untuk Kak Alio," pinta Arnold sopan.
"Baik," jawab Leah sambil mengangguk lalu ia pergi melaksanakan tugasnya.
Alio melihat dasinya yang basah, kemudian ia mengerutkan keningnya.
Alio melepas dasinya lalu menyerahkannya ke Arnold. "Keringkan ini juga!" perintahnya.
Arnold yang baru saja memberitahu Leah untuk menyiapkan dasi lain untuk sang kakak terheran-heran.
"Apa Kakak yakin, akan memakai dasi yang ini lagi nanti?" tanya Arnold ragu.
"Iya," jawab Alio singkat.
"Ada banyak pilihan dasi baru dan tidak kalah bagus dari yang ini, tapi—" ucapan Arnold pun langsung dipotong oleh Alio.
"Tidak, yang ini bagus!" tolak Alio lalu pergi ke ruang ganti dan diikuti Arnold dibelakangnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian Alio pun berkata. "Jangan sampai ada noda yang tertinggal di dasi itu!"
"Baik...," jawab Arnold segera.
Sejak kapan dia mulai peduli dengan dasinya? batin Arnold terheran-heran.
...—oOo—...
Disisi lain, saat siang hari.
Karena Olvi sudah lebih baik dari sebelumnya, Dr. Lay pun memperbolehkan Olvi pulang, lalu Olivia pun membawa Olvi pulang.
Olivia mengganti pakaiannya di kamarnya dan saat itu Rena pun menelponnya.
"Apakah Olvi baik-baik saja, hm? Sebenarnya, apa yang terjadi?" tanya Rena yang terdengar sangat khawatir dari seberang sana.
"Anak itu salah makan, sekarang dia baik-baik saja berkat Dokter Lay...," jawab Olivia santai.
Olivia baru saja diberitahu, kalau semua maid yang sebelumnya bekerja di dapur, kini sudah diganti dengan yang baru dan Kepala pelayan menangani masalah ini dengan sangat cepat.
Olivia menduga kalau itu adalah perintah Alio, jadi ia tidak bertanya.
"Memangnya, apa yang bisa mereka katakan? Kamu kan tidak bekerja karena anakmu sakit? Jadi Olivia, tugasmu adalah merawat anakmu yang sakit sekarang!"
Apa yang dikatakan Rena ada benarnya, Olivia tidak bisa meninggalkan sang putra sendirian, sekarang.
Dan pada saat yang sama, ketika Olivia masih berteleponan dengar Rena, seorang maid pun datang untuk memberitahunya.
"Nyonya, Nona Alea datang berkunjung untuk menemui Tuan muda," ucap maid itu sopan.
Alea siapa? batin Olivia yang berpikir sejenak.
"Apa Nona Alea yang kamu maksud itu adalah saudara perempuannya Alio?" tanya Olivia, dia akhirnya ingat siapa Alea.
"Iya, Nyonya."
__ADS_1
Rena mendengar di sisi lain. "Apakah, Menteri Alea ada di situ!? Wow, dia seorang pahlawan! Aku sangat mengaguminya!"
"Jadi, Olivia! Tolong sampaikan salam cintaku yang sangat luar biasa ini padanya, ya!" timpal Rena excited.
Olivia tersenyum hangat, sebelum ia menutup panggilan teleponnya. "Okay ... nanti akan aku sampaikan, bye!"
"Bye!" balas Rena, lalu panggilan telepon pun berakhir.
Alea Wilson, adalah menteri keamanan dan ia juga adalah pahlawan wanita sangat terkenal.
Banyak wanita-wanita diluar sama yang ingin menjadi sepertinya, termasuk Olivia.
Semua orang pasti mengetahui cerita tentang Alea Wilson yang menjadi mata-mata.
Alea ditugaskan menjadi mata-mata disebuah kelompok mafia yang terkenal mengerikan;
Night Owl.
Dan Alea berhasil menjadi tangan kanan sang ketua mafia!
Katanya, Alea berhasil memotong satu tangan ketua mafia itu saat pemberontakan.
Hal heroik itu membuat Alea dikenal oleh satu dunia, Alea juga berhasil membangun fondasi sebagai menteri keamanan.
Itulah cerita singkat tentang Alea Wilson yang tengah beredar dikalangan masyarakat kini.
Olivia pun keluar dari kamar setelah ia selesai berganti pakaian.
Dan Olivia dapat mendengar suara sang putra sebelum ia masuk ke dalam kamar anak itu.
"Aku sangat merindukan, Tante!"
— Bersambung —
***
__ADS_1
Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)
Thankyou so much and see you next part~