
"Apa?" tanya Alio setelah selesai bersiap-siap, lalu berkata sambil beranjak pergi. "Ayo kita sarapan!"
Olivia mengambil jas Alio yang ketinggalan, lalu ia menempatkan jas tersebut di lengannya sebelum mengikuti pria itu.
Alio pun menoleh kebelakang, lalu melihat sosok Olivia yang tersentak kaget dan pemandangan itu membuatnya sedikit terpana.
Olivia merasa malu saat ditatap Alio, lalu berkata. "Jika nanti kamu menyuruh kepala pelayan untuk mengambilnya, itu akan buang-buang waktu."
"Hmm," balas Alio setuju. Dan setelah itu Alio pun mengambil jasnya dari Olivia dengan satu tangan, lalu menggantungnya di lengannya.
Sedangkan tangan Alio yang satunya menggenggam tangan Olivia
Alio pun berjalan lebih dulu dan mereka turun ke bawah sambil bergandengan, telapak tangan Alio terasa hangat dan genggaman pria itu cukup kuat.
Olivia melihat ke bawah tanpa melepaskan genggaman pria itu, kemudian Alio bertanya dari depan. "Apa yang ingin kau tanyakan kepadaku?"
"Apakah kamu menyentuh handphoneku malam itu?" tanya Olivia usai tersadar dari pikirannya.
"Kenapa?"
__ADS_1
"A-apakah ... ada pesan yang kamu hapus?" tanya Olivia lagi dan pria itu hanya melirik Olivia tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Pesan dari Yuta, apakah kamu yang menghapusnya?" tanya Olivia lagi.
"Jadi, kau penasaran dengan isi pesannya?" ucap Alio dengan nada bicaranya yang semakin rendah dan serius.
Olivia merasa kalau langkah kaki pria itu menjadi cepat, ia yang berada di belakang merasa terseret dan kewalahan mengejar pria itu.
"Tolong pelan-pelan saja, aku hampir jatuh!" pinta Olivia.
Alio tiba-tiba berbalik dan sudah terlambat bagi Olivia untuk menghentikan langkahnya, jadi Olivia tak sengaja menabrak dada bidang pria itu.
Olivia meringis pelan saat ia hampir terjatuh, tapi untungnya Alio sigap menangkap pinggangnya—jadi wanita itu bisa berdiri dengan stabil.
"Apa pendapatmu tentang Yuta?" tanya Alio yang tak bisa menahan kecemburuannya sama sekali.
Lalu, Alio pun menatap wanita itu dengan tatapan dingin.
"Olivia, kau pasti sangat merindukan Yuta setelah kalian berpisah selama ini dan kau sendiri masih bimbang untuk kembali padanya."
__ADS_1
"Sadarlah Olivia! Waktu kau bilang mengagumiku, dan menyukaiku, tapi di sisi lain kamu juga sering bertemu dengannya!"
"Olivia, apakah kau bisa menjelaskan apa artinya semua ini?" tanya Alio dengan ekspresi marah.
Setelah mendengar perkataan Alio, Olivia merasa sangat malu dan kesal—karena dari mulut pria itu ia terdengar seperti wanita murahan.
Semua maid dan butler yang berada di lantai atas dan lantai bawah mendengar perkataan Alio yang tadi!
Seingat Olivia, dulu ia hanya mengatakan kepada Alio kalau ia terkesan, kagum dan suka, itu hanya untuk menutupi hubungannya dengan pria itu.
Namun sekarang, kenapa semua kata yang keluar dari mulut Alio jadi seperti pengakuan cinta?!
"Ya, aku dari dulu memang begini, suka gonta-ganti perasaan. Lagian aku sudah bilang cuma ada sedikit perasaan aja padamu, aku boleh suka sama kamu, masa aku tidak boleh suka sama orang lain?" ucap Olivia sambil pura-pura marah dan menatap Alio, padahal sebenarnya itu bukan perkataan yang benar-benar ia rasakan. "Lagian, kenapa kamu memainkan handphoneku tanpa izin dan menghapus pesanku seenak jidat? Kenapa kamu melarangku, apa kamu cemburu? Ah, nggak mungkin kamu cemburu, iyakan? Iyakan?" lanjutnya lagi dengan nada kesal.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
__ADS_1
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thank you so much and see you next chapter~