
Jika Olivia benar-benar terkena epidemi, Alio pasti sudah tertular.
"Sekarang Pak Presiden sedang di periksa. Suhu tubuh Anda sudah kembali normal untuk sementara dan kami bisa menentukan kondisi spesifik Anda setelah kami mendapatkan hasil pemeriksaan hari ini. "
"Baik, terima kasih."
Olivia masih khawatir, jadi ia turun dari tempat tidur.
"Di ruangan mana Pak Presiden sekarang? Saya akan pergi melihatnya."
Saat Olivia dan perawat itu baru saja keluar dari ruangan, mereka mendengar langkah kaki yang terburu-buru dari ruangan lain.
Kemudian pintu ditarik dari dalam hingga terbuka oleh seorang perawat dengan wajah pucat. "Darurat! Beritahu Dr. Lay dengan cepat!"
Jantung Olivia berdetak kencang. "Ada apa?"
"Pak Presiden demam! Ini sangat buruk! "
"Cepat, dorong peralatan dan bersiap untuk mengambil darah! Segera hubungi Dr. Lay!" ucap ketua tim medis membuat perintah dengan cepat.
Sementara staf medis sibuk, Olivia terdiam bingung. Jika Alio benar-benar tertular karenanya, ia akan merasa bersalah!
Alio sekarang adalah pemimpin suatu negara, jika pria itu diisolasi, konsekuensinya akan serius!
__ADS_1
Belum lagi itu akan menjadi lelucon internasional, bahkan jika publik akan kacau balau! Beberapa orang dengan niat jahat pasti akan memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat masalah.
Olivia mendorong pintu hingga terbuka dan masuk dengan khawatir.
Alio sudah bangun, pria itu mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam, lengan kemejanya digulung hingga ke siku dan memperlihatkan tangannya yang kuat.
Dua kancing di dekat garis leher sengaja dibuka, membuat pria itu terlihat tampan dan seksi.
Karena demam, wajah Alio tampak merah tak seperti biasanya.
Alio duduk di sofa, membaca dokumen di laptopnya dengan wajah lelah.
Olivia mengerutkan kening saat ia melihat adegan ini. Pria itu bahkan sedang bekerja sekarang!
"Pagi."
Sikap pria itu berubah menjadi sama seperti sebelumnya, dingin dan tanpa emosi.
Sekarang, Olivia khawatir dengan sakit Alio dan benar-benar melupakan hal-hal yang terjadi tadi malam, jadi tak ada rasa malu dan canggung di antara mereka.
Olivia berjalan mendekat ke arah Alio dan tanpa sadar meletakkan punggung tangannya di kening pria itu.
Suhu panas tubuh Alio membuat Olivia terkejut.
__ADS_1
"Anda mengalami demam yang sangat parah," komen Olivia.
"Tidak apa-apa," sahut Alio dengan suara datar.
"Dokter Lay akan segera datang, bagaimana kalau…," ucap Olivia pergi untuk membentangkan selimut. "Anda istirahat dulu di tempat tidur? Anda tidak terlihat begitu baik."
Alio menatap Olivia, ketakutan dan kekhawatiran terlihat jelas di mata wanita itu.
Pria itu menyipitkan matanya, lalu meletakkan laptopnya. "Kemarilah!" pintanya pada Olivia.
Seperti biasa, Alio berkata dengan nada memerintah, pria itu sudah terbiasa memperlakukan Olivia dengan sikap seperti itu.
Setelah lama tinggal di kediaman Presiden, Olivia juga sudah terbiasa, jadi ia berjalan ke arah pria itu dengan patuh.
Setelah itu, Alio tiba-tiba mengulurkan tangan untuk memegang pinggang wanita itu.
Olivia terkejut dan adegan mereka berciuman dengan penuh gairah tadi malam terlintas di benaknya.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
__ADS_1
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~