
"Apa?! Ada yang mencampur obat ke dalam minumanmu?! Siapa yang melakukan hal itu? Aku akan membalas perbuatan brengsek itu dengan tindakan yang setimpal!" Olivia merasa emosi memuncak dan suaranya sedikit meninggi hingga menarik perhatian pengunjung di restoran.
"Sssst Olivia, tenanglah!"
Rena teringat akan apa yang terjadi semalam, namun ia masih bingung.
Dr. Lay sudah jelas memiliki istri, jadi bagaimana mungkin dia bisa berada di bar malam itu dan menyelamatkannya? Akibatnya, mereka berciuman di mobil dan Dr. Lay membawanya ke hotel terdekat.
Karena efek obat terlalu kuat, Rena merasakan panas yang tak tertahankan dalam tubuhnya. Setelah tiba di kamar hotel, Rena kehilangan kendali atas dirinya dan mencium Lay Hason dengan agresif.
Saat menyadarinya, tiba-tiba Rena berada di bak mandi berisi es dengan Lay Hason yang menemaninya. Karena syock, Rena mendorong Lay Hason agar menjauh dan kemudian kabur keluar hotel dengan jubah mandi hotel.
Tanpa memperdulikan tatapan orang dan apa yang orang pikirkan tentangnya, Rena terus berjalan hingga pulang dengan taksi.
Rena menghela nafas dan bertanya pada Olivia, "Menurutmu, apakah aku kurang memiliki prinsip?"
Mendengar pertanyaan tersebut dari Rena, Olivia terkejut. Apakah ia berbeda dengan Rena dalam hal prinsip? Olivia tak bisa memberikan pendapat yang jelas mengenai perasaannya.
"Olivia? Wah, itu benar kamu!"
__ADS_1
Saat Olivia sedang memikirkan jawaban, tiba-tiba ia merasa ditepuk di pundaknya. Ia berbalik dan melihat wajah Lucas yang muncul di depan matanya.
Rena segera bangkit dan menyapa. "Selamat malam, Tuan Muda Taylor."
"Bagaimana kabarmu?" tanya Olivia, lalu ia bangkit dari kursinya.
"Baik. Nyonya Obella ingin makanan pedas, jadi saya mengajaknya ke sini. Kebetulan sekali kita bertemu di sini," ujar Lucas dengan senyum ramah.
Olivia melihat ke arah Nyonya Obella yang duduk di meja di dekat mereka. Rena juga mengenali wanita itu dari pandangan sekilas.
"Kita bertemu lagi, Nyonya," sapa Olivia seraya mengangguk dan tersenyum. Kemudian ia melanjutkan. "Ternyata Anda belum pergi. Saya ingat Anda bilang hanya akan tinggal di sini selama dua hari, jadi saya pikir Anda sudah pergi."
"Kalau Nyonya Obella tidak keberatan, anda bisa bergabung untuk makan bersama kami." Nyonya Obella diundang secara pribadi oleh Olivia.
Nyonya Obella mengangguk. "Dengan senang hati, saya menerima tawaran dari Nona Olivia."
"Saya meresa sangat terhormat."
Lucas dan Nyonya Obella, duduk di seberang Olivia dan Rena.
__ADS_1
Olivia memandang Rena, Rena pasti ingin berbicara dengan nyonya Obella, tapi sekarang sepertinya Rena telah melupakan emosinya, memandang Nyonya Obella dengan kagum, lalu dia mengangguk. "Ini benar-benar luar biasa."
Nyonya Obella tersenyum pada Rena.
Tanpa menunggu lama, manajer dengan penuh hormat mengantar mereka ke dalam ruang VIP, yang menjadi satu-satunya di restoran sederhana tersebut.
Meskipun tak seistimewa tempat lain, ruangan ini cukup eksklusif bagi orang-orang berpengaruh dan terkenal seperti Nyonya Obella dan Lucas.
Manajer dan pelayan dengan hati-hati mengantarkan mereka ke ruangan tersebut.
Orang-orang di luar memandang mereka dengan penuh semangat dan iri.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
__ADS_1
Thankyou so much and see you next chapter~