Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 379


__ADS_3

Olivia duduk di tepi jendela dan tak bergerak sedikitpun, hanya menatap pria itu dengan bingung.


"Apakah kau sangat takut aku akan memakanmu?" tanya Alio menatap Olivia dengan santai, sementara satu lengan diletakkan di belakang kepalanya sendiri.


Wajah Olivia merah sejenak, ia mendekat menuruti perkataan pria itu dan berbaring di atas tempat tidur.


Alio tak melakukan apa pun pada Olivia, pria itu hanya meraih ujung rambut Olivia, lalu memainkannya dengan santai.


Namun, tatapan Alio pada Olivia serius dan dalam. "Banyak orang yang penasaran dengan identitasmu dan ingin menyelidikimu, tapi kau tidak perlu terlalu khawatir. Orang yang menyebarkan foto-foto itu, jelas hanya menargetkanku dan mungkin juga dengan sengaja ingin melindungimu. Jadi, untuk sementara ini, mereka mungkin tidak akan membocorkan data-data tentangmu, lebih baik kau jalani hidup seperti dulu, tidur yang nyenyak, makan yang enak. Kau yang seperti ini, saat kita bertemu lagi jangan sampai aku melihatnya lagi!" ucap Alio sambil mengelus pipi Olivia.


Olivia memegang dengan lembut tangan Alio yang menyentuh pipinya, hatinya bergetar sejenak, lalu Olivia menarik tangannya kembali.


"Kamu tahu, siapa yang menyebarkan foto-foto itu?" tanya Olivia dengan suara pelan.


Jari-jarinya Alio masih mengelus pipi Olivia, saat mendengar pertanyaan Olivia, pria itu dengan tenang menjawab. "Hansel Taylor."

__ADS_1


Olivia mendongak dan menatap Alio, pandangan mereka saling bertemu. "Mungkin karena dia menginginkan posisiku dan mungkin karena Lucas identitasmu masih disembunyikan. Selain itu, aku belum bisa memikirkan alasan yang lebih baik."


Olivia tiba-tiba mengerti dan memanyunkan bibirnya. "Sepertinya aku harus berterima kasih pada Lucas."


Olivia tiba-tiba menyadari sesuatu, tak heran semalam Lucas datang mencarinya dengan raut wajah yang terlihat merasa sangat bersalah.


Olivia menghela nafas, bingung apakah seharusnya ia marah pada Lucas karena saudaranya?


"Karena scandal ini, kamu mendapat banyak kritik, sekarang adalah situasi yang menguntungkan bagi Hansel. Aku memperhatikan tanggapan publik tentangnya di internet, memang pendukungnya sangat banyak di kalangan masyarakat," ucap Olivia khawatir, menatap Alio dengan penuh perhatian, wanita itu merasa ragu sejenak, kemudian bertanya dengan suara pelan. "Apakah ... kamu takut?"


Meskipun sekarang Olivia adalah pemeran utama dalam scandal ini, ia lebih seperti orang luar.


Namun, walaupun begitu—Olivia merasa khawatir dan ketakutan, apalagi Alio yang berada di tengah badai?


Sepertinya, Alio tak menyangka Olivia akan menanyakan hal seperti itu. Di mata orang lain, Alio sebagai Presiden terlihat seperti manusia besi. Mengenakan baju zirah yang sempurna dan tak terkalahkan, tak merasa kelelahan, tak merasa sakit, tak akan jatuh dan yang pasti tak kenal takut.

__ADS_1


Semua orang hanya melihat penampilannya yang elegan, selalu tenang dan bermartabat, bahkan tak ada yang bisa menembus hatinya.


Hanya Olivia yang menganggap Alio seperti manusia biasa.


Di hati Alio, ada kehangatan yang nyata dan mendalam, tatapan Olivia yang penuh kekhawatiran dan pertanyaan wanita yang penuh perhatian, seperti memiliki kekuatan yang bisa dengan mudah menenangkan hati Alio yang kacau.


- Bersambung -


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2