Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 219


__ADS_3

Olivia tak berpikir begitu.


Bagaimana seorang Presiden bisa terbiasa dengan apa yang mereka makan untuk sarapan? Secarakan, Presiden itu sangat pemilih dengan makanan.


Olivia pun mengajak putranya untuk mencuci tangannya.


Namun, karena keran bocor, cipratan air pun membasahi mereka berdua.


Olvi menghela nafas lagi. "Jika Papa ada di sini, Papa pasti bisa memperbaikinya."


Olivia tahu apa yang Olvi pikiran dengan membicarakan Alio sepanjang waktu.


Olivia membawa handuk dan pura-pura marah. "Jika kamu menyebut Papamu sekali lagi, kamu pergi saja kesana untuk tinggal bersama Papamu dan jangan pernah kembali kesini."


Olvi berhenti. "Kalian berdua bukan orang tua yang baik!"


...—oOo—...


Di sisi lain...


Lucas baru saja kembali ke negara ini dan tak ingin bangun dari tempat tidur karena sangat lelah.


Tapi kakaknya Hansel Taylor marah padanya, Hansel baru saja menelpon Lucas dan ingin bertemu dengannya dalam sepuluh menit.


"Beraninya kau masih tidur?!"


Mendengar itu, Lucas langsung bangun dan mengganti pakaiannya, pria itu melaju ke tempat Hansel dengan mobil sportnya.

__ADS_1


Hansel merokok di depan jendela ketika Lucas datang ke kantornya.


Meskipun Hansel kalah dalam pemilihan, ia masih salah satu orang paling berkuasa di negara ini.


Dan Hansel adalah orang yang pantas bersaing dengan Alio.


"Kak, ada apa? Kenapa Kakak mengganggu tidurku?" tanya Lucas berbaring di sofa dan memutar tubuhnya, berusaha menemukan posisi yang nyaman untuk melanjutkan tidurnya.


Hansel berbalik dan melihat adiknya yang selalu bermalas-malasan itu, ia menjadi kesal. "Duduk!"


Lucas melaksanakan perintah sang kakak.


"Apakah kau bertemu Olivia baru-baru ini?" tanya Hansel.


Mendengar nama Olivia, Lucas merasa santai. "Tidak, aku menghabiskan setengah bulan di eropa. Bagaimana aku bisa bertemu dengannya?" jawab Lucas menggelengkan kepalanya.


"Kau bilang bahwa kau bisa mendapatkan Olivia, kau sudah berjanji, apa kabar dengan janjimu?"


"Yah, aku sedang mengusahakannya. Apa yang kakak khawatirkan? Kakak belum pernah menjalin hubungan, jadi Kakak tidak tahu cara merayu seorang wanita. Kakak harus melakukannya dengan perlahan dan tidak terburu-buru atau kakak akan kehilangan dia."


Apa yang Lucas katakan memang menyinggung Hansel, ia sangat mencintai seorang wanita, sekarang ia berpikir pasti ada sesuatu yang salah dengannya.


Tak peduli apa yang Hansel lakukan, wanita itu tak akan berubah pikiran. Bagaimana ia bisa memikirkan wanita itu sekarang? Ia sudah kehilangan wajahnya karena wanita itu.


"Pelan-pelan?!" seru Hansel dengan erangan. "Hasil dari keterlambatanmu adalah kehilangan Olivia! Dan faktanya seseorang sudah selangkah lebih maju darimu!"


"Hah, siapa?" tanya Lucas berpikir sejenak. "Cinta pertamanya? Orang itu? aku pikir orang itu sudah bertunangan."

__ADS_1


Hansel mengambil amplop coklat dari laci. "Lihatlah!"


"Jika itu mantannya, kau tidak perlu khawatir, dia bukan musuh yang kuat," ucap Lucas santai sebelum melihat foto yang diberikan Hansel.


Melihat foto itu, Lucas pikir matanya tengah menipu dirinya, pria itu benar-benar terkejut.


"Kak, apakah foto ini asli? Bukan editan photoshop, kan?"


Itu rupanya foto candid yang asli.


Tempat itu di bus dan Hansel tak ingin berbicara tentang apa yang mereka lakukan disana.


Pria yang bersama Olivia sama sekali bukan mantannya. itu...


Alio Wilson!


Lucas hanya bisa percaya kalau foto ini benar-benar asli.


Tapi jika ini benar-benar hasil editan Photoshop, Hansel tak akan menunjukkan ini kepadanya.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)


Thankyou so much and see you next part~

__ADS_1


__ADS_2