Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 179


__ADS_3

"Aku ... aku hanya berpikir ini tidak mudah untukmu," jawab Olivia sambil melirik obat di atas meja dan merasa sedikit sakit dihatinya.


Alio menatap Olivia dan merasa agak kesal dengan jawaban wanita itu. "Apakah aku terlihat seperti orang sakit parah?"


Olivia menggelengkan kepalanya dan kemudian mengangguk, wajah pria itu tampak berubah cemberut dari sebelumnya.


"Hari ini adalah hari ulang tahun Anda, biasanya … orang lain akan merayakan ulang tahun mereka dengan senang bersama keluarga dan teman mereka. Tapi Anda harus merayakannya dengan cara yang melelahkan," lanjut Olivia.


Olivia duduk di samping Alio dan menyentuh kening pria itu lagi dengan punggung tangannya. "Anda tidak demam lagi, kan?"


Suara Olivia sangat lembut dan bahkan dirinya sendiri tak menyadari akan hal itu.


Jantung Alio berdebar lebih cepat, melihat wajah cantik Olivia yang menenangkan, tatapan pria itu menjadi lebih dalam.


Setelah beberapa saat, Alio bersuara. "Tim medis ada di sini, semuanya akan baik-baik saja."


"Itu bagus, selamat menikmati hidangannya, saya tidak bisa berada disini terlalu lama, kalau begitu … saya pergi dulu,'' pamit Olivia sembari bangkit dari sofa.


Tapi tiba-tiba … Alio mengulurkan tangannya dan meraih tangan wanita itu.

__ADS_1


Olivia berhenti dan menatap Alio saat pria itu menahannya.


"Tetap bersamaku sebentar…," ucap Alio pelan sambil memegang tangan Olivia lebih erat.


Nada suara Alio tak terlalu memerintah seperti biasanya, tapi lebih seperti memohon.


Kelelahan dan ketidakberdayaan yang diekspresikan di wajah pria itu membuat Olivia tertekan.


Alio selalu berada di kekuasaan tertinggi dihadapan semua orang. Sekarang … pria itu tampak sangat rendah hati di hadapan Olivia dan wanita itu tak tega menolak permintaannya.


"Kalau begitu, saya akan tinggal di sini sebentar. Anda bisa makan sekarang,'' balas Olivia kembali duduk di samping pria itu.


Wajah Alio tampak lebih baik dari sebelumnya dan pria itu bertanya pada Olivia. "Apakah kau sudah makan hidangan utama?"


Alio memanggil Arnold dan meminta adiknya membawakan alat makan untuk Olivia, setelah itu mereka berdua berbagi makanan yang sama bersama.


Olivia tak bisa menahan tawa dengan apa yang Alio pikirkan, pria itu mengangkat matanya dan menatap Olivia, rasa lelah di wajahnya juga menghilang. "Apa yang kau tertawakan?"


"Bukankah Anda phobia kotor? Tapi … sekarang kenapa Anda tidak menghindari saya?"

__ADS_1


"Aku sudah menjawab pertanyaan itu, kan?"


Mereka begitu dekat satu sama lain sehingga saat Alio melihat ke arah wanita itu, kening mereka hampir bersentuhan.


Alio menatap bibir Olivia dengan mata sedalam lautan, merasakan jantungnya berdebar kencang dan hampir copot … Olivia menggigit bibirnya.


Olivia mendengar Alio melanjutkan dengan suara rendah. "Sudah berapa kali aku mencicipi air liurmu?"


"..." Olivia memerah, memelototi pria yang dan duduk dengan tegak. Pria yang tidak tahu malu!


Alio tersenyum. "Apakah kau sudah selesai makannya?"


Olivia mengabaikan Alio dan meletakkan alat makannya, pria itu juga meletakkan alat makannya dan berbaring di pangkuan Olivia.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thank you so much and see you next chapter~


__ADS_2