
Setelah Olivia selesai sarapan, handphonenya tiba-tiba berdering. Dia melihat layar, dan nama Yuta muncul di sana.
Meskipun Olivia minum banyak wine tadi malam, ia masih ingat kata-kata Jesi di kediaman keluarga Stein.
Jesi telah menunjukkannya dengan jelas bahwa jika Olivia terus menjalin hubungan dengan Yuta, maka ia hanya akan menambahkan masalah bagi dirinya sendiri.
Di rumah ini, Olivia tak memiliki status lain selain sebagai ibu kandung Olvi, dan ia merasa sangat terbatas dalam hak-haknya untuk berbicara.
Yuta menelepon tapi tak mendapat respons dari Olivia, jadi ia tak menelepon lagi.
Setelah Olivia menyelesaikan sarapannya, handphonenya berdering lagi dengan bunyi bip pendek menandakan adanya pesan masuk.
Olivia melihat pesan tersebut dan mengkliknya.
Olivia, kebisuanmu adalah balasanku untuk pesan itu tadi malam. Jika aku berada di posisimu, aku mungkin akan merasa sama.
Demikian pesan dari Yuta.
Pesan tadi malam? Pesan apa?
Olivia memeriksa pesan di handphonenya, tapi tak menemukan pesan teks yang dikatakan oleh Yuta.
Mungkin ia tertidur saat Yuta mengirim pesan tersebut. Olivia merenung sejenak, berpikir tentang kemungkinan pesan tersebut hilang tanpa alasan.
__ADS_1
Apakah mungkin Alio yang menyentuh handphoneku tadi malam?
Olivia memutuskan untuk menghapus pesan dari Yuta, ia tak ingin menimbulkan masalah baru dengan membiarkan Alio membacanya.
Olivia sudah memutuskan untuk tak berhubungan dengan Yuta lagi, ia berharap dengan tak memberikan harapan pada Yuta, semuanya akan baik-baik saja.
Sepanjang pagi, Olivia membantu Olvi menyelesaikan pekerjaan rumahnya.
Namun, Olvi sangat tak senang melihat gantungan-gantungan di lantai bawah. Setelah makan siang, Olvi langsung pergi ke kamar dan menolak untuk turun lagi.
Olivia merasa tak tahu bagaimana caranya untuk menenangkan Olvi, sehingga ia memilih untuk membiarkan anaknya menyendiri tanpa meninggalkannya sepenuhnya.
Selain itu, Olivia tak tahu jam berapa Alio akan pulang malam ini.
Tiba-tiba, handphonenya berdering dan terlihat panggilan masuk dari Rena.
"Olivia, aku ingin makan bersamamu di apartemenmu sekarang ini," ucap Rena dengan suara lemah, terlihat sangat lesu.
Olivia menanyakan keadaan sahabatnya. "Apa yang terjadi hari ini? Suaramu terdengar kelelahan, apakah kamu kurang tidur?"
"Tidak hanya kurang tidur, aku sama sekali tidak tidur semalam," jelas Rena, lalu ia melanjutkan, "Di mana kamu sekarang? Apakah kamu ada di apartemen?"
"Aku tidak ada di apartemen," jawab Olivia.
__ADS_1
"Lalu?"
"Aku sedang keluar untuk mencari udara segar."
Olivia menatap jam di dinding dan menyadari bahwa sudah lebih dari jam 4 sore. "Apakah kamu tidak ingin aku menemanimu makan? Kita bisa mencari tempat makan di luar dan kamu bisa memberiku alamatnya. Aku bisa naik taksi dan bertemu denganmu di sana sekarang."
Olivia berpikir bahwa mungkin Alio tak akan pulang sampai makan malam berakhir karena kesibukannya hari ini.
Tadi, Olivia tak sengaja mendengar para maid sedang bergosip.
"Hari ini cuacanya dingin, bagaimana kalau kita makan makanan pedas? Sudah lama sekali aku tidak makan makanan pedas."
"Tentu saja. Mari kita bertemu di restoran dekat EZ Mall pada jam 4:30!"
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1