
Setelah Olivia keluar dari lift, Rena sudah menunggunya di depan pintu lift.
Rena memberikan sarapan yang baru saja dibelinya pada Olivia sambil menghisap susu pisang dan mengomel. "Kenapa lambat banget, sih? Aku hampir aja mau nyamperin kamu ke atas."
...—oOo—...
Disisi lain.
Alio menutup telpon dan bersiap berjalan ke ruang pertemuan di lantai atas kantor. Hari ini Alio akan bertemu beberapa pejabat tinggi dan membahas beberapa urusan penting.
Alio memasuki ruangan pertemuan, hal yang pertama di lihatnya, semua pejabat berdiri lalu membungkuk memberi salam hormat padanya.
Arnold menjawab panggilan telepon di luar ruangan, ekspresinya berubah drastis. Pada saat berikutnya, ia buru-buru membuka pintu ruang pertemuan, mengabaikan tatapan bertanya dan penasaran dari para pejabat di dalam, ia berjalan ke arah Alio di kursi Presiden.
"Pak Presiden!" panggil Arnold.
Ketika Alio melihat ekspresi wajah Arnold, Alio pasti tahu bahwa sesuatu yang serius telah terjadi.
Mereka telah hidup bersama selama puluhan tahun, Arnold sangat jarang terlihat begitu gelisah.
Alio memberi anggukan ringan pada para pejabat dan menyuruh orang disebelahnya untuk melayani para pejabat terlebih dahulu karena ia sendiri ada urusan yang sangat mendesak.
__ADS_1
Kemudian, Alio melangkah keluar dari ruang pertemuan menuju ke kantornya.
Ketika mereka masuk ke dalam kantor, Arnold mengeluarkan iPadnya dan menunjukkan sebuah artikel kepada kakaknya dengan wajah serius. "Kak, lihatlah berita ini!"
Alio melihatnya, ekspresi wajahnya yang biasanya tak menunjukkan banyak perubahan juga berubah—terlihat dingin dan tak senang.
Di headline berita, ada beberapa foto. Itu adalah foto-foto Alio yang terjepret di dalam bus waktu itu, bersama Olivia!
Di foto-foto itu, wajahnya terlihat jelas, mudah dikenali dengan sekali pandang. Untungnya, wajah Olivia dibuat samar dengan mosaik sehingga tak terlalu jelas. Pihak lain jelas membatasi informasi, bahkan gaya rambut dan bentuk tubuh Olivia juga diubah secara khusus, lebih tepatnya ada upaya untuk memburamkan.
Berita itu tak tanggung-tanggung menulis judul yang sangat menarik perhatian ketika orang pertama kali melihatnya. 'SKANDAL PRESIDEN DI DALAM BUS!'
"Bagaimana dengan media lain?" tanya Alio dengan suara serius.
Arnold tak berani bicara, hanya memberikan iPad kepada kakaknya. Alio melihat sekilas, hanya dalam waktu satu menit terakhir, berita ini sudah menjadi viral di berbagai media.
"Kau urus ini!" ucap Alio dengan suara berat.
Arnold tak berani mengatakan apa-apa, hanya melaksanakan perintah sang kakak secepat mungkin.
Lalu, Alio dengan santai melihat berita tentang dirinya lagi, dalam waktu sesingkat itu, berita tentang skandalnya meledak dan mengundang berbagai macam komentar.
__ADS_1
Sedih banget, dong! Selama ini aku pikir Presiden itu pria yang menjaga diri dengan baik, tapi kok ... Ah, semuanya hancur!
Orang dengan kehidupan pribadi yang berantakan seperti ini, bagaimana bisa jadi Presiden negara?
Dia mau tunangan, tapi sekarang malah muncul skandal jelek kayak gini!
Orang yang kayak begini, tentunya reputasinya juga nggak bisa bagus!
Aku saranin dia langsung turun dari jabatannya!
Kita harus bikin surat petisi bareng dan kirim ke Dewan Perwakilan Rakyat!
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1