Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 232


__ADS_3

Pada akhirnya, Olivia tak hanya mengizinkan Alio untuk menciumnya, tapi juga menempelkan tangannya ke bahu Alio. Rasa sakit di hatinya terlupakan sesaat karena ciuman ini.


Kepahitan melekat dengan rasa manis, dan rasa manis itu bercampur dengan rasa asam serta campuran berbagai macam rasa lainnya, mengaduk-aduk hatinya.


Mereka terus berciuman untuk waktu yang lama. Alio merasa belum puas dan enggan melepaskan bibirnya dari Olivia.


"Ahhh..." suara anak-anak terdengar, dan Olvi menutupi matanya.


Tiba-tiba, Olvi melihat adegan itu ketika ia membuka matanya.


Wajah anak itu memerah karena malu, tapi ia tetap memperhatikan keduanya dengan seksama, bukannya berusaha menutupi mata yang suci.


Tangan di leher Alio mengendur dan Olivia malah mendorongnya. Alio akhirnya melepaskan Olivia pada saat ini, pria itu menghela nafas karena ia lupa kalau Olvi berada di sini, lalu ia menatap putranya itu dalam-dalam, Olvi malu tapi ia tak memalingkan muka, dan kemudian Alio berbalik dari Olvi.


Alio mengangkat selimut dan bangkit dari tempat tidur. Olivia masih merasa canggung di tempat tidur, tak tahu harus berbuat apa. Bahkan ia tak mengerti bagaimana mereka bisa berciuman seperti itu.


Setelah berdiri, Alio tiba-tiba menatap Olivia. Pandangan itu membuat jantung Olivia berdetak tak beraturan, dan tangannya tanpa sadar menggenggam selimut.


Olivia tak berani menatap Alio. Pria itu duduk di tempat tidur, lalu berkata. "Tunggu aku pulang malam ini. Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu."


"Ah?" Olivia menatap pria itu. "Ada apa?"


Alio melihat Olvi yang menguping dengan terang-terangan, lalu menarik selimut untuk menutupi kepala anak itu sebelum berkata pada Olivia. "Aku harus mengingatkanmu."

__ADS_1


"Mengingatkan tentang apa?"


"Malam itu, kamu mengungkapkan semua perasaanmu, kan?" Alio berhenti sejenak, tak mengatakan apapun lagi.


Olivia membeku sejenak, kemudian mulai mengerti.


Malam itu, ia telah mengatakan bahwa kasih sayang sekecil apa pun, itu tak sama dengan cinta.


Apakah Alio ingin mencari tahu tentang itu?


"Jadi, apakah kamu ingin aku menjelaskan lebih jauh tentang hubungan kita?" tanya Olivia.


Alio menatapnya tajam lalu bangkit dari tempat tidur. "Mari kita bicarakan nanti, tunggu aku!"


Olivia merasa bingung apakah yang dirasakannya terhadap Alio adalah cinta atau hanya kasih sayang biasa.


Meski begitu, dia harus mencari tahu jawabannya malam ini. Olivia mencoba untuk tak terlalu berharap atas apa yang dipikirkannya.


Meskipun Alio selalu baik padanya, Olivia tahu betul bahwa pria itu memiliki sifat tersembunyi yang sulit dipahami. Jika tidak, ia tak akan terjebak dalam situasi rumit ini dengan Alio.


Namun, Olivia sadar bahwa Alio akan menjadi milik wanita lain suatu saat nanti karena pria itu sudah bertunangan dan akan menikah.


Oleh karena itu, harapan Olivia tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

__ADS_1


Dada Olivia tiba-tiba terasa sesak.


Olvi mengeluarkan kepala kecilnya dari selimut dan menatap Olivia sambil tersenyum. "Mama, apakah mama akan menunggu Papa di sini sampai malam ini?"


Olivia mengangguk, "Iya."


Meski Olivia tak ada di sini malam ini, Olivia yakin pria itu akan mencarinya dengan segala daya yang dimilikinya.


Bagaimanapun juga, hasil akhirnya pasti akan sama. Olivia merasa tak ada gunanya untuk kabur dan menyulitkan diri sendiri.


"Mama, kalau Mama ingin tinggal di sini lagi, Papa tidak akan mengusir Mama. Papa adalah tuan di sini. Bahkan jika Papa menikah dengan wanita lain, wanita itu tidak akan bisa mengusir Mama," ucap Olvi dengan yakin.


Olivia merasa dadanya semakin sesak dan tak bisa berkata-kata, ia hanya menyentuh lembut kepala putrannya dan berkata. "Masih terlalu pagi sekarang. Apakah kamu masih ingin tidur lagi?"


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2