
"Benarkah?" ucap Rena ragu-ragu.
"Kalau begitu aku akan menutup teleponnya, aku benar-benar lelah," balas Olivia ingin menghentikan topik ini.
Rena bisa mengetahui itu. "Oke, aku akan mengunjungimu ke kediaman Presiden besok. Tapi, bisakah aku masuk?" tanyanya.
"Aku tidak tahu, aku akan bertanya pada Pak Presiden untukmu nanti," jawab Olivia.
"Silakan, aku ingin melihat anak angkatku yang lucu dan mengunjungi kediaman Pak Presiden."
"Aku mengerti, kamu memiliki niat tersembunyi!" Olivia tertawa dan percakapan mereka pun berakhir.
...—oOo—...
Saat tengah malam.
Olivia sudah tertidur, tapi ia merasa seseorang datang untuk melepaskan infus darinya di malam hari.
Kemudian, sepertinya… Olivia telah melihat Alio lagi.
Handuk yang diperas air hangat diletakkan di tangan Olivia yang bengkak.
Olivia mencoba membuka matanya untuk melihat apakah itu Alio atau ia sedang bermimpi.
__ADS_1
Namun, Olivia terlalu lelah untuk melakukannya. Yah … itu bukan Alio, kan? Orang kejam seperti dia tidak akan bersikap baik padaku!
Olivia bergumam, berbalik dan mengeluh. "Kamu ... kamu … bajingan yang kejam!"
Alio meletakkan handuk hangat di tangan Olivia dan mengusap tangan wanita itu yang bengkak dengan lembut.
Mendengarkan keluhan Olivia, alis Alio yang mengerut menjadi rileks saat ia merasa geli.
Olivia memarahi pria itu, tapi suaranya yang lembut tak bisa memprovokasi Alio, wanita itu seperti anak kecil sekarang.
Alio tanpa sadar mengulurkan tangan dan menyingkirkan rambut yang menutupi pipi Olivia dan menatap dalam-dalam ke wajah cantik wanita itu.
Olivia tak terlalu sadar, tapi ia bisa merasakan kehangatan yang datang dari ujung jari Alio, jadi Olivia mengulurkan tangannya dan meraih tangan pria itu.
Alio terkejut dan nafasnya jadi lebih berat.
"..." Olivia mengabaikannya.
"Jika kau terus seperti ini…," ucap Alio dengan suara yang terdengar berbahaya. Sementara itu, matanya tertuju ke bibir Olivia. "Aku akan menciummu!"
Sebaliknya, Olivia memegang tangan pria itu lebih erat.
Jadi Alio membungkuk dan mencium bibir Olivia, saat perasaan hangat datang dari bibirnya, hati Alio kemungkinan akan terhantam sesuatu dengan paksa.
__ADS_1
Alio sudah berpikir untuk mencium Olivia sejak lama! Tapi maid itu tiba-tiba datang entah dari mana.
Olivia merasa kebingungan dan hanya merasa seperti ada sesuatu menekan bibirnya. Tetapi saat bibirnya dipaksa terbuka oleh sesuatu, wanita itu tiba-tiba terbangun.
Setelah berusaha keras untuk membuka matanya, Olivia melihat wajah seorang pria yang menggairahkan. Mungkin karena ciuman tadi, mata pria itu tampak sangat menggoda.
Tapi sebelum Olivia bisa berpikir lebih jauh, ciuman pria itu membuatnya terengah-engah.
Keterampilan berciuman Alio sangat bagus sehingga Olivia sulit mengendalikan dirinya.
Olivia tak bisa menghadapi Alio saat pria itu bersikap sombong dan agresif! Dan sekarang, Alio menciumnya dengan kelembutan yang mendalam, Olivia bahkan lebih tak rasional dan hanya bisa larut di dalamnya.
Tunggu sebentar…
Kenapa mereka berciuman?
Olivia tersadar dan mencoba mendorong pria itu menjauh. Tapi Alio menggenggam tangan Olivia dan melihat wanita itu dengan tatapan panasnya seolah-olah ia akan melahapnya.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
__ADS_1
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~