Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 240


__ADS_3

Mendengar itu, Olivia pun tersenyum sebelum menjawab.


"Saya sudah pindah dari tempat ini Nona Alea, dan saya datang lagi ke tempat ini karena Olvi sedang sakit."


"Saya sudah berjanji pada anak saya jika saya akan menginap disini sampai dia sehat," ucap Olivia menjelaskan.


"Apa kamu pindah?" tanya Alea terlihat sangat terkejut.


"Olivia, maaf jika aku ini orangnya blak-blakan. Tapi, kalau wanita lain mendapat kesempatan sepertimu, mereka pasti tidak mau pergi!"


Setelah itu Olivia hanya terdiam tanpa kata, ya Olivia juga tahu itu lebih dari siapapun!


Alea meletakkan cangkir tehnya, lalu bertanya lagi.


"Olivia, apa kamu tahu, kalau Alio akan segera menikah dengan Angela Scarlett?"


Berita itu ... bukan yang pertama kalinya Olivia dengar.


Tapi, entah mengapa dada Olivia masih terasa sesak saat mendengarnya kembali.


Olivia mengangkat kepalanya, lalu menjawab. "Saya sudah mendengarnya."


"Apa pendapatmu?"


"Saya?" tanya Olivia lalu ia tersenyum hambar. "Itu adalah pilihannya Pak Presiden. Ma-maaf, kalau soal itu saya tidak berani berkomentar."


Insting Alea lebih tajam dari insting pria. Lalu, Alea menatap Olivia dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Tatapan Alea sangat tajam! Sampai membuat Olivia mengeratkan cengkraman pada cangkir tehnya.


"Alio yang dingin dan kaku itu mengizinkanmu tinggal di tempat ini. Dan bahkan pria itu ingin memperkenalkanmu pada orang tua kami!"


"Aku pikir, kamu adalah wanita yang istimewa, bagi Alio."


"Tapi apa kamu tahu, Olivia? Bagi orang-orang seperti kami ... pernikahan itu sangat berbeda dengan cinta."


"Kami bisa mencintai siapapun! Tapi kami tak bisa menikah dengan orang yang kami cintai!"


Perkataan Alea barusan, menusuk jantungnya yang paling dalam, itu sangat menyakitkan.


"Setelah Ayah kami kalah dalam pertarungan politik, ada banyak sekali skandal mengalir ke dalam keluarga kami."


"Om Arsyad meninggal setelah itu bahkan Om William pun sampai dipenjara!"


"Sampai sekarang, Alio masih mencoba untuk membersihkan nama baik keluarga kami. Tapi itu sangat sulit!"


"Jika Wakil Presiden Dion Scarlett membantu kami, maka semuanya akan berjalan lancar!"


"Semua orang diluar sana pasti berpikir, kalau Alio itu adalah orang yang sangat kuat!"


"Alio bisa mendapatkan apapun yang dia mau, tapi itu semua tidak benar!"


"Kami tak tahu, ada berapa banyak, orang gila diluar sana, yang menunggu kami melakukan kesalahan."


"Kami juga tak tahu! Ada berapa banyak orang diluar sana yang menunggu untuk menyerang kami!"

__ADS_1


"Dan kami bahkan tak tahu! Apa kemungkinan terburuknya."


Olivia tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini.


Mungkin itulah arti politik dan juga kekuasaan yang sebenarnya.


Meskipun mereka tak perlu repot menghadapi hujan peluru tapi perangkap di sekitar mereka lebih berbahaya daripada hujan peluru!


Terakhir kali pria itu terluka parah saat insiden bom di Istana Presiden.


Jikalau Alio lengah sedikit pun, maka dia akan mati! Dan Olivia sangat takut saat memikirkan itu!


Pria itu selalu berjalan diatas pisau tajam, tapi pria itu tak pernah menunjukkan kalau pria itu berbahaya pada Olivia dan juga Olvi.


Alea menyesap tehnya lagi, lalu ia tersenyum samar setelah melihat reaksi Olivia. 


"Kamu tak perlu mengkhawatirkan Alio, Olivia. Pria itu sudah terbiasa dengan semua ini, jadi dia akan baik-baik saja."


"Aku hanya mau mengatakan kalau mau pergi, maka pergilah."


"Ini demi kalian berdua. Aku takut, kalau suatu hari nanti Alio tak bisa hidup tanpamu, Olivia."


"Dan orang seperti Alio, tak boleh mempunyai kelemahan sedikitpun!"


— Bersambung —


***

__ADS_1


    Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)


    Thankyou so much and see you next part~


__ADS_2