Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 173


__ADS_3

Olivia merasa apa yang dilakukan Julia saat ini sangatlah konyol dan tak merasa iba sama sekali saat melihat Julia seperti ini!


Rena menyela dengan lugas. "Kau lucu sekali, Julia! Sekarang kau tahu bagaimana cara memohon belas kasihan? Aku ingat kau baru saja menghina Olivia, apakah kau tidak ingat? Julia, kau benar-benar memperluas wawasanku. Yuta ingin membuangmu dan ingin kembali lagi dengan Olivia, itu sudah membuktikan bahwa dia tidak sepenuhnya buta."


Merasakan sakit di pinggangnya, Olivia bergidik kaget kemudian mencoba menarik tangan Alio. "Aw! Sakit…"


Kenapa pria ini mencubitku? batin Olivia


"Diam! Jangan bergerak." Alio merespons dengan jelas.


Olivia tak suka sikap sesuka hati Alio dan ia menatap pria itu dengan marah.


"Kau berani menatapku!" seru Alio mencubit pinggang Olivia lagi.


Di mata orang lain, tindakan mereka berdua hanya terlihat saling menggoda.


Aku baru saja memperingati mereka berdua kalau harus menjaga jarak sementara waktu tapi sepertinya mereka sudah lupa dengan peringatanku waktu itu! batin Dr. Lay sedikit kesal.


"Pak Presiden, anjingnya sampai berlutut memohon ampunan … apa yang harus saya lakukan selanjutnya?" tanya Dr. Lay, sambil menahan kesal.

__ADS_1


Kalian berdua! Berhentilah saling menggoda sekarang! batin Dr. Lay kemudian.


Alio memandang Olivia. "Dia bagian dari keluargamu, kau yang memutuskan."


"Biarkan saja dia pergi…," jawab Olivia merasa malu.


"Kalian dengar, kan? Cepat seret wanita itu pergi dari sini!" titah Alio.


Pada akhirnya, Julia diseret oleh dua orang bodyguard dengan tak hormat.


Sangat menghibur saat melihat Julia keluar dengan cara seperti itu karena wanita itu masuk dengan begitu angkuh.


Alio masih memasang wajah dinginnya. "Kalau aku tidak datang tadi, apakah kau akan terus membiarkannya menghinamu seperti tadi?"


Olivia menatapnya dan berkata. "Tapi ... kau di sini sekarang, kan?"


Selama Alio berada di sisinya, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Olivia merasa sangat beruntung, memiliki seseorang yang bisa diandalkan seperti Alio.


Tatapan Alio semakin dalam rumit. Apakah wanita ini tahu kalau dia sebenarnya bersikap seperti anak manja saat dia mengucapkan kata-kata itu? Sepertinya … dia juga tidak tahu betapa memikatnya dia saat dia bersikap seperti itu!

__ADS_1


Alio merasa tenggorokannya menjadi kering dan tangannya menjadi lebih panas.


Dr. Lay berdehem lalu menyindir mereka berdua. "Harap diingat kalau kalian itu adalah pasien khusus! Kalian tidak lupa, kan? Berjanjilah pada saya untuk menjadi pasien yang kompeten dalam keadaan seperti ini!"


Setelah mendengar peringatan dari Dokter Lay, wajah Olivia langsung memerah dan saat itulah Olivia menyadari, kalau ia masih duduk di pangkuan Alio.


Olivia menggigit bibirnya dan ia bangun dengan terburu-buru, ia terlalu malu untuk menatap Alio lagi, apalagi sekarang jantungnya berdebar kencang tak karuan.


Alio juga ikut berdiri tak lama setelah Olivia berdiri lalu berkata pada Dokter Lay dengan suara dingin sambil berjalan pergi. "Dokter Lay, Anda sangat membosankan, apakah Anda tak pernah bertengkar dengan istri Anda sampai kalian ingin bercerai?"


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2