
Mereka hanya mengenakan pakaian yang dirancang khusus oleh designer berkualitas tinggi, bahkan barang-barang branded terkenal harus diproses dan diperbaiki sebelum diberikan kepada mereka untuk menghindari model fashion dan warna yang sama dengan orang lain.
Olivia mendengar perkataan Angela dan tahu bahwa yang disebut 'Calon suaminya' pasti Alio.
Tiba-tiba, Olivia merasa tak penting memilih kemeja sebagai hadiah untuk Alio.
"Maaf, Nona. Saya tidak jadi membeli kemeja ini," ucap Olivia pada staf toko.
"Kak Olivia, kenapa tidak jadi?" sela Julia saat ia datang dari belakang Olivia.
Kemudian, Julia mengambil kemeja itu dari tangan Olivia dan melihatnya. "Kak Olivia akan membeli kemeja ini untuk kekasihmu yang ulang tahunnya hari ini, kan?" tanyanya.
Angela tak ingin memasuki toko itu sampai ia menoleh dan melihat Olivia.
Pada pandangan pertama, Angela merasa Olivia tampak familier dan pada pandangan kedua ia tiba-tiba ingat bahwa Olivia adalah wanita yang ia temui di kediaman Presiden.
"Julia, siapa dia?" tanya Angela.
"Dia?" jawab Julia tersenyum, ia meraih tangan Olivia dengan akrab. "Dia saudara perempuanku dan yang paling penting apakah kamu tahu di mana dia tinggal sekarang?"
__ADS_1
Olivia mengerutkan kening, menarik tangannya dari Julia dengan wajah dingin dan melirik Angela dengan samar.
Tampaknya Alio akan dalam masalah, tapi itu tak ada hubungannya dengan Olivia.
Lagi pula, pria itu yang memaksa Olivia tinggal di kediaman Presiden, jadi ia tak takut pada Angela.
Untuk Alio, Olivia menyimpan kebencian yang tak bisa dijelaskan dan ia bahkan berharap Julia akan mengeksposnya di depan Angela.
"Aku tahu di mana dia tinggal, di kediaman Presiden, kan?" jawab Angela menatap Olivia.
Julia sangat terkejut. "Kamu tahu tentang itu?"
Julia dengan hati-hati mengamati Angela. Dia tahu hubungan Olivia dengan Pak Presiden, lalu bagaimana wanita ini bisa sangat tenang? Ini benar-benar bukan gayanya!
"Kemeja ini terlihat bagus, biarkan aku melihatnya." Angela tak tahu apa yang dipikirkan Julia saat ini, tapi kemeja itu menarik perhatiannya.
Angela melihat kemeja itu dengan hati-hati dan berkata. "Bagaimanapun juga, hadiah yang aku pesan tidak akan datang hari ini, jadi aku bisa membelikannya kemeja terlebih dahulu. Julia, bagaimana pendapatmu tentang kemeja ini?"
"Sangat bagus! Ini pasti akan cocok dengan calon suamimu. Tapi ... Kakakku sudah memilihnya."
__ADS_1
"Terus? Apakah kakakmu mampu membelinya?" ejek Angela sebelum Olivia berbicara, lalu berbalik ke arah staf toko dan bertanya. "Berapa banyak stok kemeja ini yang kalian miliki? Saya akan membeli semuanya dan saya hanya akan mengambil yang ini, untuk sisanya ... hancurkan semuanya!"
"..." Sungguh sikap yang sombong.
Olivia hanya merasa lucu.
"Kemeja ini limited edition dan hanya ada satu yang tersisa di toko kami," jelas staf toko itu.
Olivia langsung menyerahkan kartunya kepada staf toko. "Tolong bantu saya membayarnya, saya akan mengambil kemeja ini. "
"Baik, Nona," balas staf toko mengambil kartu Olivia, bagaimanapun, staf itu tak peduli siapa yang akan membeli dan membayar kemeja itu.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
__ADS_1
Thankyou so much and see you next chapter~