Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 349


__ADS_3

Sebelum perkataan Jesi selesai, Olivia menampar wajah wanita itu. Dengan tamparan ini, Olivia penuh dengan kemarahan dan kekuatan yang mengalir dalam tubuhnya.


Setelah beberapa tamparan telapak tangan Olivia berubah menjadi merah.


Jesi sama sekali tak menyangka bahwa Olivia benar-benar berani bertindak sedemikian kejam, ia di tampar dan kebingungan sejenak.


Tiga wanita lainnya yang berada di sampingnya juga terkesan oleh perilaku Olivia yang menakutkan. Setelah pulih dari kejutan, Jesi tiba-tiba berubah menjadi gila dan berusaha untuk membalas perbuatan Olivia.


"Kamu berani-beraninya bertindak kasar padaku berkali-kali? Kamu sungguh sangat berani!"


Jesi belum pernah mengalami perlakuan seperti ini, terutama di hadapan para istri pejabat. Tamparan dari Olivia benar-benar menghina martabatnya!


Saat itu juga, Jesi menjadi merah padam dan berteriak, sambil meraih rambut Olivia, ingin memberinya pelajaran.


Ekspresi wajah Olivia sangat dingin, menunjukkan bahwa ia tak akan ditindas oleh siapapun! Saat Jesi dengan impulsifnya mendekat, Olivia dengan santainya mengambil minuman dingin di sebelahnya dan menyiram ibu tirinya.

__ADS_1


Sehingga, rasa sakit yang seharusnya terasa panas akibat tamparan berubah menjadi dingin karena es dan air yang dilemparkan oleh Olivia.


Jesi langsung bersin sambil menggigil, rambut basahnya yang berantakan membuatnya tampak sangat memalukan.


"Aku bertanya kepada ibu tiri untuk terakhir kalinya, apakah waktu itu Anda menjual saya?" tanya Olivia terus menatap Jesi dengan tajam.


"Kalo iya, memangnya kenapa? Kau berharga jutaan dolar, seharusnya kau bersyukur, lagipula aku tidak tahu siapa cowok bodoh yang buta mata sampai-sampai tertarik padamu!"


Dulu, ada seseorang yang datang kepada Jesi untuk membahas transaksi itu, tentu saja Jesi melakukan itu secara diam-diam tanpa memberi tahu siapapun.


Uang jutaan dolar yang ditawarkan bukan jumlah yang kecil, siapa yang tak mau?


Apa mungkin ... Ayah dari anak Olivia muncul?


Olivia mengepalkan tangannya sehingga ujung jari-jarinya gemetaran, wajah Jesi masih merah dan bengkak akibat tamparan tadi.

__ADS_1


Ketika Jesi memandang Olivia, perasaan takut menyelimuti hatinya, ia mundur selangkah dan melihat beberapa istri pejabat yang menontonnya. Jesi mengeluh dan berkata, "Bagaimana bisa kalian hanya menontonku? Kalian tadi berjanji akan membantuku!"


Beberapa wanita itu baru sadar sekarang, mereka mengernyitkan dahi dan mulai berbicara. "Olivia, kalau kau hanya mengganggu waktu kita arisan masih bisa di maklumi, tapi sampai berani melakukan kekerasan, apalagi ke ibumu sendiri ... Kau benar-benar tidak tahu sopan san—"


"Tolong jangan menghina kata ibu! Dia tidak layak menjadi ibuku dan juga dia bukan ibuku!" ucap Olivia sambil memotong perkataan lawan bicaranya.


"Olivia, kau masih muda, tapi temperamenmu sangat buruk. Jesi, sepertinya kamu belum mendidiknya dengan baik. Hari ini, kita sebagai para orang yang lebih tua, akan mengajari putrimu cara menghormati orang yang lebih tua dengan benar!"


Para istri pejabat ini terbiasa bersikap semena-mena dan sekarang mereka semua mendekati Olivia, ingin memberikannya pelajaran.


- Bersambung -


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2