
Ketika Olivia melewati Alio, ia tak memandang pria itu. Namun, Alio langsung menarik tangan Olivia dan memaksa wanita itu untuk duduk di pangkuannya.
"Alio lepaskan!"
Suasana hati Olivia sedikit di luar kendali, Olivia merasa kesal dan tak terkendali, ia berusaha melepaskan diri dengan keras, tapi tak berhasil.
Olivia merasa sesak di dadanya dan merasa sangat kecewa karena ia merasa ibu tirinya telah menjualnya tanpa sepengetahuannya.
Tapi wanita itu bisa berpura-pura tak tahu sama sekali! Tak hanya mengambil alih tempat ibunya, tapi wanita itu juga mengambil ayahnya!
Julia bisa bertindak seperti itu, ternyata wanita itu adalah gurunya!
"Alio, lepaskan aku! Kamu dan ibu tiriku, kalian sama saja!"
Olivia sangat marah dan bingung, tak ada tempat untuk melampiaskan kemarahan di hatinya dan ia menuduh dengan liar.
Suara Olivia tercekat, ia tak bisa bergerak dan Alio langsung memeluknya, hatinya hancur berkeping-keping.
__ADS_1
Olivia menjadi lemah saat Alio memeluknya dengan erat. Pada akhirnya, ia merasa lelah, sementara kepalanya bersandar di pundak pria itu dan air matanya mengalir tanpa suara.
Olivia hanya ingin bergegas pulang dan menanyai Ibu tirinya.
Jelas sekali, Alio bisa merasakan rasa sakit dan kesedihan di hati Olivia. Alio mengerutkan kening dan dadanya terasa sakit.
Pria itu mengusap punggung Olivia dengan lembut dan perlahan untuk waktu yang lama. Sementara bibirnya bergerak dan mengeluarkan kata-kata. "Maafkan aku..."
5 tahun yang lalu ... Alio tak langsung menangani masalah itu dan tak menyadari bahwa semuanya terjadi karena kelalaiannya. Jika ia tahu bahwa Olivia tak mau melakukan itu dan semuanya bukan sukarela, ia tak akan melakukannya!
Olivia menangis dan bergumam. "Jika bukan karena kamu, aku tidak akan menjadi ibu tunggal. Olvi tidak akan disebut anak haram dan sekarang ... Mungkin aku sudah menikah dengan Yuta."
Begitu Alio mendengar kalimat terakhir Olivia, wajahnya menjadi suram. "Kamu ingin menikah dengan Yuta?"
"Jika ini tidak terjadi, tentu saja ... Bahkan aku akan hidup dengan tenang dan bahagia."
Alio mengerutkan kening, memegang dagu Olivia dan mengangkat wajah wanita itu yang berlinang air mata. "Kamu ingin bersamanya? Dan membicarakan tentang pernikahan, sudahkah kamu menanyakan pendapatku? Apakah aku setuju?"
__ADS_1
Alio sombong seperti biasanya! Tapi Olivia tak sadar bahwa kelakuannya yang seperti sekarang ini hanya akan membuat Alio berpikir liar dan memikirkan hal-hal negatif.
Olivia menatap Alio dan tiba-tiba tersenyum, tapi ia tersenyum pahit. "Apakah Anda bercanda? Kenapa saya harus meminta pendapat Anda? Dan kenapa saya perlu persetujuan Anda? Apakah Anda dan Nona Scarlett bertunangan itu menanyakan pendapat saya terlebih dahulu?!"
Olivia sangat emosi, sehingga cara bicaranya berubah jadi formal.
Alio terkejut dengan ucapan Olivia dan terdiam sejenak, ia mengernyitkan sedikit keningnya, lalu menatap Olivia dengan tajam. "Sekarang giliranmu untuk memberikan pendapat. Bagaimana menurutmu, jika aku memutuskan untuk bertunangan dengan Nona Scarlett?" tanyanya.
Olivia merasa bingung. Sebenarnya, sudah jelas Alio bertunangan dengan Angela Scarlett untuk kepentingan politik, bukan karena pria itu benar-benar mencintainya.
Namun, Olivia merasa ragu untuk mengungkapkan pendapatnya karena ia sendiri tak tahu apa yang ada di dalam hatinya.
— Bersambung —
***
Kalau kalian menyukai cerita ini … jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment dan tambahkan cerita ini ke favorit kalian agar mendapatkan notifikasi updatenya, ya~
__ADS_1
Support juga penulis dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah, biar semakin semangat, ya!
Thankyou so much and see you next chapter~