Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 289


__ADS_3

Lucas tak tahu apa yang terjadi, ia bingung melihat reaksi Olivia yang ketakutan seperti itu, jadi Lucas menepuk pundak wanita itu. "Tenanglah, aku hanya bercanda jangan terlalu takut! Percayalah tinjuku ini bisa membunuh seekor sapi! Kamu tahu?"


Lucas mencoba menghibur Olivia, tak lupa ia juga mengangkat tinjunya dengan bangga.


Namun, Olivia tak percaya begitu saja. "Oh ya? Aku tidak percaya, kamu selalu membual."


Lucas menenggelamkan wajahnya. "Ini adalah musibah, jangan berpikir bahwa aku adalah tipe pria yang suka membuat masalah."


Saat keduanya asik berbicara, beberapa mobil yang berbaris rapi datang dari kejauhan dan mulai mendekat.


Lampu-lampu itu menyilaukan, membuat Olivia dan Lucas menoleh ke arah cahaya tanpa sadar.


Setelah beradaptasi dengan cahaya, Olivia dan Lucas dapat melihat dengan jelas plat nomor mobil pertama, dan Lucas terdiam sejenak.


Lucas kemudian berbisik ke samping pada Olivia, seolah-olah ia tiba-tiba mengerti apa yang sedang terjadi. "Jadi, ini ulah mereka? Woahhh!" Pria itu mendesah tak percaya.


Situasi menjadi jelas, para polisi lalu lintas dengan hormat menundukkan kepalanya, mereka sedang melaksanakan instruksi dari atasan mereka.


Kemudian, mobil-mobil itu berhenti perlahan. Alio tak keluar dari mobil secara langsung, melainkan meminta Arnold untuk turun dan berbicara dengan Olivia dan Lucas.


"Halo Lucas, ada apa?" sapa Arnold sambil tersenyum.

__ADS_1


Lucas merasa sangat marah dan menatap Arnold tajam lalu ia menunjuk ke arah mobil Aston Martinnya dan bertanya-tanya. "Ini sengaja, kan? Begitu banyak mobil lewat dari tadi, mengapa hanya mobilku yang ditahan?"


Arnold menjawab dengan tenang "Lucas, di masa depan, jangan lupa untuk membawa semua surat-suratmu. Jika kamu memiliki segalanya, apakah ada cara untuk menyelamatkan dirimu saat ini?"


Lucas terdiam tak bisa berkata apa-apa.


Arnold kemudian memandang Olivia. "Nona Olivia, sudah larut malam. Ayo masuk ke dalam mobil!"


Lucas dan Olivia merasa terjebak, mereka tak bisa pergi begitu saja.


Mereka terjebak karena Alio, yang memiliki kekuatan sebagai seorang Presiden, pasti akan menemukan mereka ke mana pun mereka pergi.


Olivia tak menolak, mengangguk kecil dan memberi tahu Lucas, "Aku pamit."


"Aku akan mengundangmu makan malam lain kali, aku minta maaf."


Lucas tertawa, "Nona Olivia, dalam situasi ini, hanya makan malam tidak sebanding."


"Jadi apa yang kamu inginkan?"


Lucas berpikir sejenak, lalu melirik ke arah mobil yang berjarak tak jauh dari mereka.

__ADS_1


Tiba-tiba, Lucas meraih Olivia dan menariknya ke dalam pelukannya.


Olivia menatap Lucas, menginjak kakinya dengan sepatu hak tinggi, wanita itu diam tanpa banyak bicara dan wajahnya yang cantik hampir menempel di wajah Lucas.


Meskipun hanya bertatap muka, tak ada ciuman yang nyata di antara mereka, namun dari sudut pandang yang lain, Lucas sepertinya mencium Olivia.


Olivia sangat marah, wajahnya memerah dan menatap Lucas dengan tajam. "Kamu melakukannya dengan sengaja!"


Lucas tersenyum sinis. "Permintaan maafmu diterima. Aku hanya mengajarimu sedikit tentang meminta maaf dengan tulus."


Olivia melepas mantelnya dan melemparkannya kembali kepada Lucas. Wanita itu berbalik dan pergi dengan perasaan kesal.


Tapi Lucas menariknya kembali dengan lembut. Olivia menoleh dan sedikit kesal. "Apa lagi yang kamu inginkan?" tanyanya.


"Olivia, terakhir kali aku pergi ke rumahmu dan kamu mengucapkan kata-kata itu, kamu tahu? Mencintainya itu hanya membuatmu tersakiti." Lucas menjadi orang yang tegas, tampak serius, kemudian melihat ke arah Alio dari jauh, lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah Olivia. "Kamu pikirkan baik-baik, karena jika kamu terlalu baik padanya hanya kamu sendiri yang akan tersakiti pada akhirnya."


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)

__ADS_1


Thankyou so much and see you next part~


__ADS_2