
Alio berbicara dengan tulus kepada pasien, pria itu bahkan melepaskan sarung tangan khususnya.
Hati Olivia bergetar, ia berdiri di belakang, mengingat kalau Alio sudah memperingatkannya untuk tak melepas masker dan sarung tangan dalam keadaan apapun.
Olivia sangat ingin memakaikan sarung tangan untuk pria itu.
Tapi…
Olivia tak bisa melakukan itu di depan banyak orang, yang bisa Olivia lakukan hanyalah menatap Alio.
Apalagi saat bangsal dalam bahaya, Alio sebagai Presiden mau tak mau harus tak memperdulikan hidup atau matinya sendiri.
Saat mereka tiba di bangsal isolasi tingkat awal, semua orang berhenti.
Disanalah ayah Olivia berada.
Dokter Lay tampak cemberut. "Pak presiden, bangsal isolasi ini menampung kasus yang baru diterima. Sekarang virus pasien masih sangat menular, jadi kami sarankan Anda tidak masuk kedalam."
Alio tak menanggapi, tapi beralih menatap Olivia.
Olivia sangat ingin bertemu ayahnya, tapi ia tak ingin Alio mengambil risiko bersamanya.
Awalnya, Olivia hanya bermaksud untuk meminta bantuan pada Alio dan ia benar-benar tak menyangka kalau pria itu akan datang ke sini secara langsung!
__ADS_1
"Dokter Lay, Pak Presiden, di dalam berbahaya. Biarkan saya masuk sendiri,'' ucap Olivia maju beberapa langkah ke depan dan berhenti di samping dokter Lay.
"Pak presiden, tolong kembali dua hari lagi!" sambung dokter Lay.
Alio melirik Olivia sambil berpikir selama beberapa saat. Setelah itu, ia membuat perintah. "Kalian semua mundurlah! Kalian tidak perlu mengikutiku ke bangsal ini."
Arnold langsung mengerti niat kakaknya dan ia langsung menolak. "Pak Presiden, itu sangat berbahaya. Anda masih memiliki banyak urusan politik untuk ditangani."
"Kau juga keluar!" Alio juga mengusir Arnold, nada suaranya terdengar tegas dan tak terbantahkan.
Arnold memandang dokter Lay, menyiratkan bahwa dokter Lay juga harus mengatakan sesuatu.
Sementara itu, dokter Lay tak punya pilihan selain mengatakan. "Ayo masuk! Nona Olivia, silahkan Anda menunggu di sini."
Olivia pikir, ia bisa bertemu ayahnya, tapi … ya sudah lah. Karena tak ingin terlalu merepotkan Alio, Olivia hanya bisa mengangguk dengan sedih.
"Tidak, biarkan dia juga ikut masuk!" ucap Alio dengan dingin dan agak memerintah.
"Tapi Pak Presiden … terlalu berbahaya di dalam sana!" bantah Dokter Lay.
"Aku yang akan bertanggung jawab atas semua rakyatku!" sahut Alio dengan lantang, tegas, dan jelas. Pria itu mengatakannya tanpa ragu dan itu adalah kalimat yang tak terbantahkan.
"Baiklah." Dokter Lay hanya bisa menyetujuinya dengan pasrah.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, semua orang diperintahkan Alio untuk pergi dari bangsal isolasi.
Dan yang tersisa hanya dokter Lay, Alio dan juga Olivia yang tengah berdiri di koridor.
Sebelumnya, bagi Olivia Alio itu tak terjangkau, tapi sekarang ia sangat dekat dengan pria itu.
"Apa yang kau tunggu?" Alio melirik Olivia.
Olivia menggelengkan kepalanya. "Aku akan masuk sendiri, kamu bisa menunggu di luar, didalam sangat berbahaya."
Tiba-tiba, Alio mengulurkan tangannya dan memegang tangan Olivia dengan santai.
Tangan pria itu menggenggam tangan Olivia, kehangatan menembus kulit wanita itu dan langsung mengalir ke dalam hatinya.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1