Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 272


__ADS_3

Alio menatap ke arah Olivia, tapi wanita itu tak mengangkat kepalanya dan ia terus memakan sarapannya seolah-olah tidak mendengar.


"Pa, guruku bilang bahwa seorang pria yang menggertak wanita bukanlah pria sejati. Itu sangat memalukan!" ujar Olvi, memutar kepalanya ke arah Alio.


Alio tidak tahan dengan ucapan putranya dan segera memasukkan sepotong roti kecil ke mulut Olvi sambil berkata, "Nanti ketika kamu sudah dewasa, kamu akan mengerti arti sebenarnya dari seorang pria yang menggertak wanita."


Rasanya Olivia ingin menangis sekarang, karena dia telah di permalukan oleh Alio dengan kepolosan Olvi. Arnold yang berdiri di ruang tengah untuk sementara waktu, tertawa keras karena mendengar hal itu. Olvi masih bingung, dan langsung bertanya. "Mengapa Pria harus menggertak Wanita? Pria harus menggertak Pria!"


Alio menghela nafas. "Memang kalau Pria bisa menggertak Pria, Tapi, rasanya akan berbeda, Kamu harus memikirkannya sendiri."


"Apanya yang terasa berbeda? Aku berpikir dengan sangat keras, jika Papa menggertak seorang wanita, maka Papa juga mungkin menggertak seorang pria!"


Ketika Alio hendak menjawab, Olivia tidak bisa mendengarkan pembicaraan mereka lagi. Olivia menggenggam meja dengan kuat. "Pak Presiden, Olvi, kita tidak bisa makan jika terus bicara, mari kita berhenti di sini, oke?!"


"Oke." Kepala kecil Olvi mengangguk, "Selama Mama tidak marahan sama Papa, Tapi... Papa, Papa juga harus baik, dan Papa tidak boleh menggertak Mama kedepannya."


"Tapi bukan hanya Papa yang menggertak Mama, Mama juga menggigit Papa tadi malam." Alio melirik Olivia Sekilas, jari panjang Alio mengangkat kemejanya, kemudian memperlihatkan pundaknya, dan menunjukkan kepada Olvi, "Lihat?"

__ADS_1


Di bahunya ada bekas gigitan yang di buat Olivia tadi malam, dan itu masih merah. Adegan ini terlihat Lebih ambigu.


Telinga Olivia memanas. Arnold yang masih berdiri di tempat, berusaha menahan tawanya mati-matian!


Alio tersenyum nakal, Alio benar-benar mempermalukan Olivia di depan Olvi.


Olvi sangat terpana. Dia menggelengkan kepalanya dua kali dengan cepat. Ada penilaian serius di matanya, Olvi mempertimbangkan antara harus membela Alio atau Olivia. "Paman Arnold mengatakan padaku bahwa, wanita itu adalah harimau, sepertinya itu benar."


"..." Olivia merasa bahwa dia seharusnya tidak berada di sana. Olivia segera memakan suapan terakhir buburnya, bangkit dan berjalan ke dapur, "Kalian, cepatlah, aku akan terlambat kerja!"


"Mama, hari ini adalah hari Sabtu, tidak ada pekerjaan hari ini!"


"..."


***


Olivia menepuk wajahnya, menenangkan dirinya, dan masuk kembali. Olvi sedang duduk di sofa untuk beristirahat. Olivia sibuk membersihkan bekas sarapan sambil bertanya kepada Olvi, "Apakah ada tempat yang ingin kamu kunjungi hari ini?"

__ADS_1


"Ya! Ayo pergi ke museum sains dan teknologi! Paman Arnold mengatakan bahwa ada museum sains dan teknologi baru di kota kita. Aku ingin pergi ke sana."


"Oke. Mama akan memberitahu Mami Rena sebentar, mari kita pergi bersama dengan Mami."


***


Alio duduk di dalam mobil, kemudian Arnold memberikan iPad pada kepada Alio.


"Apa?" Alio bertanya


Arnold mengatakan. "Ini adalah acara amal yang diselenggarakan oleh Wakil Presiden Dion Scarlet untuk anak-anak terlantar dan anak-anak yatim. Tidak hanya mengundang banyak pejabat, tetapi juga ada perwakilan kedutaan besar di berbagai negara. Ini undangan untuk Kakak."


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)

__ADS_1


Thankyou so much and see you next part~


__ADS_2