
"Omong kosong!" balas Alio tak mempercayai anak itu.
Karena mereka sudah membuat janji kalau Olivia akan memasak untuknya malam ini.
Terakhir kali, Alio menunggu sepanjang malam dengan sia-sia, kali ini wanita itu tak akan berani membuatnya menunggu lagi.
"Itu benar, Papa bisa bertanya pada Om Sebas."
Anak itu menjawabnya dengan yakin, jadi Alio mengerutkan kening dan menatap Sebas dengan ragu.
"Ada masalah apa?" tanya Alio dengan wajah muram dan mengintimidasi, membuat Sebas merasa sangat tertekan.
Sebas menundukkan kepalanya dengan gugup dan berbisik. "Saat nyonya keluar pagi ini, nyonya bilang kepada saya kalau dia akan keluar selama beberapa hari dan nyonya juga berpesan kepada saya untuk merawat tuan muda dengan baik."
"Kenapa?" tanya Alio lagi, suaranya terdengar sedingin es.
Sebas menggelengkan kepalanya. "Nyonya tidak memberitahu saya alasannya, nyonya hanya memakai masker dan pergi dengan tergesa-gesa dengan wajah pucat. Siang tadi, nyonya menelepon saya dan meminta untuk mensterilkan rumah. Jadi, kami menghabiskan sepanjang sore mensterilkan rumah dan baru saja selesai," jelasnya.
Tidak heran Alio bisa mencium bau menyengat.
Tapi...
Tunggu!
Masker? Pergi tiba-tiba? Olivia tertular virus?
Dan...
__ADS_1
Telpon yang Olivia lakukan sore ini...
Alio sudah merasakan ada sesuatu yang aneh pada saat itu, tapi pria itu tak menganggapnya serius.
Alio menoleh kepada salah satu butler. "Panggil Sekretaris Arnold sekarang!" perintahnya.
"Baik."
Melihat wajah Alio yang suram, butler itu tak berani membuang waktu dan bergegas keluar.
Arnold baru saja masuk ke dalam mobil dan hendak pergi, tapi tiba-tiba seorang butler memanggilnya sambil terengah-engah. "Tunggu! Tuan muda ketiga! Tunggu sebentar!"
"Ada apa? Apa ada perintah dari Pak Presiden?" tanya Arnold segera keluar dari mobil.
"Ya, Pak Presiden ingin Anda menemuinya sekarang juga!" jawab butler itu cepat.
"Ada apa, Kak?" tanya Arnold.
"Olivia melarikan diri! Bagaimanapun caranya, temukan dia untukku sekarang juga! Walaupun dia pergi sampai keujung dunia pun cari dia sampai dapat! Aku tidak mau tahu!" ucap Alio sangat marah.
"Baik, aku akan mencarinya sekarang!" jawab Arnold mengangguk dan menelpon sambil berjalan keluar.
Sangat mudah mencari seseorang melalui jaringan intelijen BIN (Badan Intelijen Nasional).
Tapi ... seseorang tak akan pernah bisa menggunakannya untuk keperluan pribadi.
Begitu seseorang dengan niat jahat tahu kalau Pak Presiden mencari seorang wanita secara langsung, orang itu pasti akan mengambil kesempatan ini untuk menyerang Pak Presiden.
__ADS_1
Jika itu terjadi, bahkan Olivia dan Olvi bisa dalam bahaya.
Jadi, Arnold harus mengandalkan cara yang lain untuk menemukan Olivia.
...—oOo—...
Di malam hari.
Olivia terbangun karena demam yang terus berlanjut dan keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.
Wanita itu bangkit dari tempat tidur, melangkah keluar dari kamar dan melihat dapur terbuka.
Yuta sedang sibuk di dapur, sejak kecil pria itu selalu memakai pakaian yang bagus dan makan berkecukupan, jadi wajar saja Yuta canggung memasak.
"Kamu sudah bangun?"
Merasakan pandangan Olivia, pria itu tiba-tiba mengangkat kepalanya dan bergegas keluar dari dapur. "Apakah kamu merasa lebih baik?"
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1