Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 353


__ADS_3

Pandangan Olivia tertuju ke luar jendela, membiarkan pemandangan di luar memenuhi indra penglihatannya.


Kemudian, Olivia mendengar ayahnya berkata. "Kamu tahu kepribadian ibu tirimu dan Julia selama bertahun-tahun. Karena pernikahan ayah yang sebelumnya gagal, jadi aku mencoba sebisa mungkin memanjakan mereka, juga ingin menjaga nama baik keluarga ini dan tidak ingin terjatuh ke dalam keadaan yang penuh dengan konflik. Perceraian itu ... juga tidak mudah. Rasa ini hanya bisa dirasakan oleh orang yang pernah bercerai."


Olivia tak merasa simpati pada ayahnya. Jika pria itu tahu akan seperti ini, mengapa harus memulai semuanya?


"Dulu, ketika ibu ada di rumah, keluarga kita tidak seperti sekarang, dengan kekacauan yang terjadi hampir setiap hari."


"Aku tahu, itu adalah kesalahanku terhadap ibumu." Oliver merasa bersalah ketika menyebut mantan istrinya. "Tapi, Olivia, aku dan ibumu memang tidak bisa kembali seperti dulu lagi..."


"Ayah, kamu meneleponku bukan untuk membicarakan ibuku, kan? Katakan saja apa yang ingin kamu sampaikan."


Oliver memberi jeda sejenak, lalu berkata dengan jujur. "Julia baru saja menelepon dan menangis mengeluh bahwa... bahwa agensinya telah memecatnya. Olivia, adikmu memang sedikit cerewet, tapi dia telah dengan sungguh-sungguh menjalankan karirnya selama bertahun-tahun, jadi... bisakah kamu membantu sedikit?"


Olivia mengerti. Faktanya, dengan kemampuan Julia, dia bisa masuk ke agensi berkat Alio. Lebih tepatnya, Julia bergantung pada Olivia dan Olvi.


Jika bukan karena anak itu, bagaimana mungkin Julia bisa masuk ke agensi internasional yang dikagumi banyak orang?

__ADS_1


"Maaf, Ayah, aku tidak bisa membantu masalah ini. Aku bukan pemimpin agensi dan pemilik perusahaan, jika Ayah membahas ini denganku, ayah memberitahu dan meminta pertolongan pada orang yang salah."


"Olivia, apa kamu tahu kenapa Julia dipecat? Itu karena..."


"Jika Julia punya bakat dan kemampuan, meskipun agensi itu tidak membutuhkannya lagi, pasti agensi lain masih membutuhkannya. Ayah tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya. "


Awalnya Oliver masih ingin mengatakan sesuatu, tapi nada bicara Olivia terdengar sangat tegas, sangat jelas Olivia tak mau membantu.


Oliver menghela nafas dan berhenti mengatakan apa pun tentang Julia. Pada akhirnya, pria itu hanya berkata. "Sudahlah, tidak usah membahas Julia lagi. Kamu ... kalo ada apa-apa, sering-seringlah mampir ke sini."


Oliver Stein terdiam dalam keheningan cukup lama.


Setelah beberapa saat, pria itu dengan nada yang berat menjawab. "Sampaikan salam dari ayah dan ucapan selamat ulang tahun, semoga dia sehat selalu."


Tak lama kemudian telpon pun berakhir.


...—oOo—...

__ADS_1


Siang harinya, setelah sampai di Kementerian Luar Negeri, Olivia sibuk bekerja seharian penuh.


Ketika tiba waktu makan siang, Olivia pergi makan bersama Rena.


"Bagaimana hubunganmu dengan Dokter Lay?" tanya Olivia.


Rena mengaduk-aduk nasi dengan sendok di piringnya dan agak malu-malu saat menjawab. "Kemarin malam, aku menjelaskan semuanya ... mungkin, setelah ini kita tidak akan memiliki hubungan lagi."


- Bersambung -


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2