
Sore itu, Olivia diam di kamarnya di lantai atas dan tak muncul lagi di depan Alio maupun Angela Scarlett. Olivia berdiri di dekat jendela kamarnya sambil menyaksikan Alio menemani Nona Scarlett sepanjang waktu.
Alio mengajak Angela Scarlett berkeliling mansion dan pria itu membawa Nona Scarlett ke lapangan golf.
Akhirnya, mereka berdua bermain golf bersama.
Alio terlihat sangat akrab dan dekat dengan Nona Scarlett, melihat pemandangan itu dari kejauhan Olivia merasa pemandangan itu adalah pemandangan yang indah.
Namun, lama kelamaan Olivia merasa agak khawatir. Jika Nona Scarlett menjadi ibu tirinya Olvi, apakah dia akan memperlakukan Olvi dengan baik? Sedangkan Olivia, harus siap pergi kapan saja ketika Presiden Alio menikah dengan Nona Scarlett.
Setelah makan malam bersama selesai, Alio mengantarkan Angela Scarlett yang hendak pulang sampai kedepan pintu mansion.
Tak lama kemudian, Arnold pulang bersama Olvi, begitu anak laki-laki itu memasuki Mansion, ia merajuk dan tak mengatakan sepatah kata pun kepada siapa pun.
Kemudian, Olvi mengurung diri di dalam kamarnya dan menolak untuk keluar.
Olivia tak tahu bagaimana cara membujuk Olvi dan ia hanya membiarkan putranya sendiri dulu.
Setelah mandi, Olivia keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.
Saat itu juga pintu kamarnya diketuk dua kali dan langsung dibuka dari luar.
__ADS_1
Begitu Olivia melihat ke belakang, ia melihat sosok Alio tengah berdiri di ambang pintu.
Lalu Olivia langsung mematikan hair dryernya dan berdiri. "Pak Presiden..."
"Apa kau sudah menemui anak itu?" tanya Alio dingin
"Aku sudah menemuinya, tapi dia sangat keras kepala, aku rasa tidak ada yang bisa membujuknya."
Alio mengerutkan keningnya sambil menatap Olivia. "Apakah emosinya sama seperti dirimu?"
Olivia merasa tersindir dan wajahnya cemberut. "Aku tidak keras kepala seperti dia!"
Alio menatapnya. "Huh? Mau kau keras kepala atau tidak, tapi temperamen mu itu pasti sangat ganas."
"Mari kita temui anak itu bersama!" ajak Alio kemudian.
"Tunggu sebentar!"
Meskipun rambut Olivia sedikit basah, ia segera berjalan menghampiri pria itu.
Alio menunggu Olivia di ambang pintu dan matanya tanpa sadar menatap ke arah tubuh wanita itu.
__ADS_1
Olivia mengenakan pakaian tidur vintage panjang di atas lututnya, pakaian itu terbuat dari sutra yang indah.
Menurut Alio, Olivia tampak seperti gadis pendiam berasal dari keluarga yang sederhana.
Kaki putih Olivia terekspos dari waktu ke waktu saat ia berjalan, rambutnya yang basah dan panjang terurai hingga bahunya, membuatnya terlihat imut namun seksi.
Pandangan Alio menjadi lebih dalam dan sedikit lebih panas. Pada saat yang sama, tanpa sadar Olivia sudah tiba di hadapannya.
Mata Alio sudah terlambat untuk berpaling dan ia tertangkap basah karena ia sudah memperhatikan Olivia dengan tatapan tajam.
Pandangan mereka bertemu selama beberapa saat, keinginan di mata Alio tak sepenuhnya menghilang.
Olivia tertegun, karena itu wajahnya langsung memerah.
"Kenapa dari tadi kamu terus melihatku seperti itu? Apakah ada ... sesuatu yang aneh denganku?" Olivia bertanya dengan gugup.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
__ADS_1
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~