Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 298


__ADS_3

Digo Alexander, ia berdiri dengan tubuh tegap, dan juga percaya diri.


Malam ini, pria itu mengenakan kemeja warna hitam yang membuatnya terlihat mempesona, ditengah-tengah kegelapan malam.


Sebagai Bos dari kelompok mafia yang sudah meresahkan 12 negara—yaitu Night Owl, Digo selalu bersembunyi di balik layar!


Pria itu tak pernah menampakkan dirinya, dan tak ada yang tahu bagaimana rupanya!


Namun, Alea yang sudah mengenal Digo lebih dari siapapun, ia tidak merasa terkejut dengan kehadiran pria itu yang tiba-tiba malam ini.


Sebaliknya, Alea merasa curiga bahwa pria itu datang ke tempat ini dengan tujuan tertentu.


Alea sudah siap bertarung dengan Digo—tapi, begitu pria itu keluar dari mobil, pria itu hanya menyalakan sebatang rokok lalu ia bersandar dengan santai pada body mobil dan merokok.


Tangan pria itu yang satunya masuk ke dalam saku celananya sedangkan matanya menatap lurus ke depan seolah-olah tengah menunggu seseorang.


Lama kelamaan, Digo terlihat tidak melakukan apapun, tapi Alea merasa, kalau pria itu terlalu berbahaya! Bagaikan, ular yang berbisa—yang selalu siap menyerang kapan saja!


Tim Jaguar pun menunggu selama lima belas menit dan selama itu juga Digo diam saja dan tak melakukan pergerakan.


"Ketua! Sepertinya, pria itu sedang menunggu seseorang!" ucap Dicky memberi tahu Alea.


Alea juga tahu, jika pria itu sedang menunggu seseorang dan ia tahu siapa yang sedang pria itu tunggu!

__ADS_1


"Dia menungguku," ucap Alea, membuat Dicky terbelalak.


"Ketua! Dia itu pria yang berbahaya! Apa Anda tak takut?" tanya Dicky cemas.


Alea tersenyum lembut lalu menjawab, "Cepat atau lambat aku akan bertemu dengan pria itu dan inilah saatnya!"


Tak mudah bagi Alea untuk mempercayai pria itu lagi setelah mengkhianatinya.


Namun, Alea merasa, kalau ia harus menemui pria itu sekali lagi.


Dan kebetulan, pria itu muncul di hadapannya setelah beberapa tahun.


Alea membuka pintu mobil kemudian berjalan keluar dari mobil.


Di bawah cahaya bulan remang-remang—Alea berjalan sendirian di tengah malam yang sepi.


Wanita itu terlihat sangat cantik—bagai bunga Ranunculus yang sedang mekar.


Tapi sayangnya—bagaikan bunga Ranunculus yang tersembunyi racun dalam bunga itu Alea juga menyimpan rahasia kelam.


Dalam gerakan anggun—Alea mendekati Digo dengan perlahan.


Alea mengenakan dress berwarna merah dan ia terlihat sangat mempesona.

__ADS_1


Alea berjalan dengan sangat elegan sehingga membuat high heels-nya mengeluarkan suara kletok, kletok, kletok, yang terdengar samar, di malam yang sunyi ini.


Pria-pria di sekeliling Digo hanya berdiri diam, dengan tangan mereka silangkan, di belakang punggung.


Tak sampai lima meter, Alea pun berhenti, lalu matanya saling bertatapan dengan mata Digo, dari jarak dekat.


Lalu, Digo menjatuhkan rokoknya kemudian ia menginjak rokoknya, sambil tersenyum penuh arti kepada Alea.


"Sudah lama tidak bertemu, Alea...," ucap Digo dengan suaranya yang lembut lalu ia menatap Alea dengan sebelah alisnya yang terangkat.


Digo melihat sosok Alea yang dingin—anggun dan tak terlihat ada emosi terpancar darinya.


Dibalik wajah tanpa ekspresi Alea, akhirnya, ia berhadapan dengan musuh terbesarnya! Digo Alexander!


Digo adalah pria yang sangat Alea benci—dan juga paling hina dimatanya!


"Aku kira ... kita akan bertemu di bandara, saat kamu turun dari pesawat! Aku tak menyangka, kalau kita berdua ... akan bertemu seperti ini!" ucap Alea yang mencoba bersikap tenang.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)

__ADS_1


Thankyou so much and see you next part~


__ADS_2