
"Terima kasih atas niat baikmu, tapi aku nggak bisa menerimanya karena semua hadiah yang kamu kasih ke aku itu mahal-mahal banget, aku ngerasa malu kalau kamu ngasih semua barang mahal itu secara cuma-cuma ke aku…," ucap Olivia yang tak lupa dengan dress dan perhiasan mahal yang Alio berikan terakhir kali padanya.
"Ini untuk ibumu, bukan untukmu dan juga ngapain bilang terima kasih?" protes Alio yang tak ingin mendengar penolakan dari Olivia. "Ambil aja, anggap ini hadiah dari anakku untuk neneknya."
"..." Olivia tetap ngeyel sambil menatap Alio dengan tatapan tajam karena ia tak mau menerimanya.
"Karena kau sangat keras kepala," Alio tak bisa berbuat apa-apa dengan kekeras kepalaan Olivia, lalu menatap wanita itu dengan tatapan tajam sejenak, sebelum mengambil kembali kotak hadiah tersebut. "Biar anakku saja yang kasih!"
Olivia langsung mengikuti Alio yang sudah berbalik dan berjalan pergi, "tunggu dulu, aku cuma nggak mau berhutang budi sama kamu," ucapnya yang mencoba menjelaskan, tapi Alio tak menghiraukannya dan terus berjalan.
Ish, bahkan ngasih hadiah aja masih tetap nyebelin kayak biasanya! batin Olivia yang tak bisa berbuat apa-apa dan tak punya pilihan lain, selain meraih bathrobe Alio agar menahan langkah pria itu.
"Ya udah, kasih ke aku aja, jangan kasih ke Olvi karena anak itu suka lupa kalau menaruh barang," pasrah Olivia.
"Tumben sekali kau cepat mengalah?" tanya Alio saat berbalik sembari menatap Olivia.
__ADS_1
"Ya, karena aku sadar kalau aku nggak bisa ngalahin kamu, puas?" jawab Olivia sambil menghela nafas, lalu ia dengan hati-hati mengambil kotak itu dari tangan Alio, "berat banget, isinya apa?" tanyanya penasaran.
Kemasannya sangat cantik dan rapat sekali, sulit sekali untuk dibuka, dan Olivia tak tega membuka kotak tersebut sebelum hadiahnya sampai ke tangan ibunya.
Alio menatap Olivia yang terlihat penasaran dengan isinya, "ini bukan untukmu, jangan terlalu penasaran."
Setelah mendengar itu, Olivia pun memanyunkan bibirnya. "Ya udah kalau gitu, aku akan menyimpannya dulu."
Setelah itu, Olivia keluar dari kamar sambil memegang kotak hadiah, lalu ia menundukkan kepalanya sesekali dan melihat kotak hadiah itu dengan perasaan campur aduk.
Suara Olvi terdengar begitu Olivia memasuki kamar. Lalu, Olivia membuka dua buku PR yang dikerjakan anaknya dan memeriksanya dengan sangat teliti.
Olvi adalah anak yang sangat pintar, tak ada yang salah dalam pengerjaan tugas, ia mengerjakan tugas-tugasnya dengan sangat sempurna.
Setelah selesai memeriksa tugas anaknya, Olivia pun pergi ke kamar mandi buat mandi. Sedangkan anaknya, berlari ke kamar ayahnya sambil membawa iPad.
__ADS_1
...—oOo—...
Alio sedang membaca dokumen di atas ranjang dan tiba-tiba anaknya itu datang kemudian melompat ke atas ranjang dan memanggilnya excited. "Papa!"
"Ada apa?" tanya Alio, lalu melirik ke arah anaknya yang berada di sampingnya itu sekilas.
Olvi rebahan di atas ranjang, di samping ayahnya, sedangkan jari kecilnya sibuk menggeser-geser layar iPad. "Papa mau tidur bareng aku, nggak?"
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
__ADS_1
Thankyou so much and see you next chapter~