
Jantung Olivia berdetak lebih cepat dan wajahnya memerah karena malu, sehingga dia tanpa sadar mundur beberapa langkah.
Tetapi Alio memeluk Olivia erat dan membuka kakinya sedikit untuk menarik Olivia dengan sedikit tenaga. Akibatnya, Olivia condong ke depan dan terjebak di antara kedua kakinya.
Olivia berusaha keras untuk menopang dirinya sendiri dengan meletakan tangannya di sofa agar tak terjatuh menimpa Alio.
Sekarang mata mereka sejajar dan saling bertatapan.
Bulu mata Olivia bergetar karena gugup dan nafasnya juga semakin cepat, ia merasa kepanasan sekarang.
Sangat berbahaya jika terlalu dekat dengan pria ini! batin Olivia mencoba mengendalikan dirinya.
"Kenapa kau sangat gugup?" tanya Alio sambil berbisik dan menatap Olivia.
Dibandingkan dengan kegugupan Olivia, Alio bisa tenang seperti biasanya.
Ini sangat tidak adil, kenapa Alio bisa bertindak seolah-olah tak ada yang terjadi?
"Kamu ... Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Olivia memalingkan wajahnya, wanita itu sangat gugup sehingga ia bahkan tergagap.
"Palingkan wajahmu!"
__ADS_1
"..." Tidak mungkin!
Olivia mulai bergerak, berusaha keras untuk bangkit. Tangan Alio masih di pinggangnya, saat pria itu merasakan tindakannya, Alio malah memeluk Olivia semakin erat.
"Palingkan wajahmu! Atau aku akan melakukan hal lain yang kita berdua suka…," perintah Alio dengan suara sombong dan ambigu.
"Siapa bilang aku menyukainya?" balas Olivia menoleh, tersipu dan menyangkal. "Aku tidak suka itu!"
Alio menatap wanita dihadapannya dan mengulurkan tangan untuk mengukur suhu di kening Olivia. "Apakah kau tidak menyukainya? Lalu siapa yang bereaksi padaku tadi malam?" tanyanya.
"..." Olivia terdiam.
Bagus, sudah kembali ke suhu normal. Alio meletakkan tangannya dan terus bertanya. "Siapa yang mencium leherku?"
"..."
"..." Olivia ingin membungkam mulut pria itu.
Olivia sangat malu sehingga ia ingin menggali lubang dan bersembunyi di dalam sana!
Namun, sangat jelas kalau Alio lah yang menggoda Olivia lebih dulu, jadi … kenapa sekarang semua ini salah Olivia?
__ADS_1
Olivia tahu kalau Alio memiliki niat yang buruk! Pria itu pasti sudah merencanakan semua ini lebih awal untuk mempermalukan Olivia di pagi hari!
"Saya sedang sakit, selain itu, setelah minum sangat banyak obat, saya menjadi tidak sadarkan diri." Olivia menemukan alasan untuk dirinya sendiri.
"Jika Anda tidak memberi tahu kepada saya, saya bahkan tidak tahu kalau Anda adalah bajingan yang memasuki kamar saya tadi malam. Jika itu orang lain…" perkataan Olivia tiba-tiba dipotong.
"Bagaimana jika itu orang lain?" tanya Alio dengan suara yang terdengar mengancam dan matanya juga menjadi tajam dan berbahaya.
Tampaknya Alio memperingatkan Olivia untuk menjawab pertanyaan ini dengan hati-hati atau konsekuensinya akan sangat serius!
Olivia hendak menjawab, tiba-tiba pintu kamar didorong hingga terbuka dari luar.
Dokter Lay yang mengenakan pakaian APD dan masker, datang dengan wajah serius dari luar.
Melihat situasi di dalam ruangan itu, dokter Lay berkomentar tanpa emosi. "Kalian berdua memiliki kualitas psikologis yang baik, dengan keadaan seperti ini pun kalian masih memiliki mood untuk saling menggoda."
— Bersambung —
...***...
...Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~...
__ADS_1
...Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~...
...Thankyou so much and see you next chapter~...