
Rena yang berdiri di samping Olivia tiba-tiba menarik kemejanya dan berbisik. "Olivia, apakah itu Yuta?" tanyanya memastikan.
Ya, pria itu adalah Yuta Shiro—mantan kekasih Olivia.
Setelah lima tahun, Yuta terlihat lebih dewasa dari sebelumnya dan sekarang ... pria itu berjalan di antara tamu penting yang luar biasa.
Mata Olivia hanya tertuju pada Yuta dan tak berpaling sedikitpun.
Yuta mengikuti Perdana Menteri Inggris dan berjalan semakin dekat dengan Olivia.
Lalu, saat pria itu sedikit menoleh, pandangannya langsung tertuju pada Olivia.
Ketika Yuta melihat Olivia, pria itu tampak terkejut dan langkah kakinya pun langsung terhenti sejenak.
Mereka saling memandang selama beberapa detik tanpa mengatakan apa-apa.
Meski hanya sesaat, Olivia merasa seperti kembali ke masa lalu, dimana—ia dan Yuta masih bersama dan saling mencintai.
Perasaan yang sangat Olivia rindukan selama ini.
Olivia hanya bisa meremas jemarinya dengan erat sampai pria itu kembali melanjutkan perjalanannya.
Beberapa saat kemudian.
Setelah Olivia selesai menyambut tamu penting, ia pun merapikan dokumen-dokumen lalu membawanya menuju ruangan rapat untuk acara konferensi hari ini.
"Ren, aku duluan ya, sisanya kamu yang bawa." Olivia melangkah pergi meninggalkan sahabatnya.
__ADS_1
"Oke," sahut Rena cepat.
Sebenarnya, Rena ingin menanyakan keadaan Olivia setelah sekian lama melihat Yuta lagi.
Tapi, Rena mengurungkan niatnya saat melihat Olivia melambaikan tangan padanya sebelum akhirnya pergi menuju ruang konferensi.
Olivia ingin bersikap profesional, walaupun ia hanyalah pegawai magang.
...-oOo-...
Di ruang konferensi.
Orang-orang terus menerus berdatangan memenuhi ruangan.
Setelah lama menunggu, akhirnya Perdana Menteri Inggris pun datang bersama dengan orang penting lainnya, termasuk Yuta Shiro.
"Good morning, thank you for coming to this conference." (Selamat pagi, terima kasih telah datang ke konferensi ini.)
"And introduced, this is our lead translator Yuta Shiro." (Dan perkenalkan, ini adalah penerjemah utama kami Yuta Shiro)
Olivia langsung membeku usai mendengar itu, meski tak sekaget saat pertama kali ia melihat Yuta.
Tetap saja, Olivia masih tak percaya dengan situasi ini.
Apakah ini mimpi? batin Olivia menolak percaya.
Sosok pria yang berusaha Olivia lupakan, ternyata muncul kembali dalam hidupnya.
__ADS_1
Yuta Shiro—adalah mantan tunangan yang ingin Olivia lupakan setelah mengetahui dirinya hamil lima tahun yang lalu.
Pria itu terlihat sangat tampan dan gagah dengan balutan jas berwarna hitam yang kini ia kenakan.
"Hah? Olivia, ternyata ... Yuta adalah lead translatornya?" ucap Rena tampak lebih syok daripada Olivia.
Olivia mengangguk. "Hm, dia adalah pria yang sama dengan yang aku kenal."
Rena bergantian menatap Yuta dan Olivia dengan mata yang terbuka lebar. "Ta-tapi, kenapa ... Dia bisa jadi lead translator?" tanyanya masih tak percaya.
Olivia menggelengkan kepalanya. "Rena ... kita fokus saja sama konferensinya, sebaiknya jangan pedulikan dia!" jawabnya dengan suara getir.
Olivia tak ingin mengacaukan konferensi yang berharga ini hanya karena ada pria itu, ia mecoba menenangkan dirinya dan ingin tetap bersikap profesional—meskipun hatinya terasa sangat sakit.
Selama lima tahun terakhir, Olivia selalu menghindar dan tak ingin bertemu dengan Yuta lagi dimanapun dan kapanpun.
Apalagi, sampai sekarang pun Olivia masih belum bisa melupakan kekecewaan Yuta waktu itu.
Oleh sebab itu, pertemuan ini bagaikan mengorek luka lama diantara mereka berdua.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
__ADS_1
Thankyou so much and see You next chapter~