Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 390


__ADS_3

"Kenapa kamu ngeliat aku gitu?" tanya Olivia terlihat bingung dengan tatapan Alio, lalu refleks menggeser posisinya.


Namun, wajah tampan Alio malah semakin mendekat, badannya yang tinggi melipir ke samping, lalu mengunci pergerakan Olivia, sehingga membuat Olivia tak bisa kemana-mana.


"Kau … dari tadi tidur disini?" tanya Alio dengan tatapan menyelidik.


"Iya, memangnya kenapa?" jawab Olivia sambil menatap Alio dengan tatapan curiga dan terlihat tidak mengerti apa maksud pertanyaan Alio barusan.


"Kapan kau bangun?"


"Kan tadi baru aja kamu bangunin aku?"


Alio tak mengatakan apapun, ia hanya menatap Olivia dengan tatapan menyelidik—seperti sedang mencari kebenaran di balik perkataannya.


Setelah Alio berpikir sejenak, ia mencoba menjelaskan kepada Olivia. "Tentang telepon tadi…"


"Kenapa?" tanya Olivia masih terlihat tak tahu apapun dan sebelum ia sempat menyelesaikan kalimatnya, perhatiannya sudah teralihkan.


Tangan Olivia langsung bergerak tanpa sadar—menyentuh wajah Alio yang terluka.


Tubuh Alio langsung membeku saat melihat tangan Olivia menyentuh wajahnya, lalu ia kembali menatap wajah Olivia.

__ADS_1


Namun, sepertinya Olivia tak menyadari keterkejutan Alio, dan hanya fokus pada luka yang ada di wajah Alio.


"Kok kamu bisa terluka? Sakit nggak?" tanya Olivia, ia terlihat sangat khawatir sambil menatap mata Alio.


Setelah terdiam sejenak, Alio pun menganggukkan kepalanya, "sakit."


"Apanya yang sakit?" tanya Olivia yang semakin khawatir lalu berdiri dari tempat duduknya.


Kalau Alea dan Arnold ada di sini—mereka pasti akan menertawakan tingkah Alio yang tak biasa.


Dulu, waktu Alio sering terluka, ia tidak pernah mengeluh sedikitpun. Namun, entah kenapa Alio tiba-tiba bertingkah seperti anak kecil.


"Tunggu sebentar, aku akan mencari kotak P3K dulu. Seharusnya, sih, hotel bintang tujuh kayak gini punya fasilitas yang sangat lengkap."


Olivia yang sangat terkejut membalikkan badannya dan belum sempat ia mencerna apa yang terjadi—bibirnya langsung dicium oleh Alio!


Alio yang sedang mencium Olivia itu pun langsung memegang bagian belakang kepala Olivia, menahannya agar tak mundur, lalu ia semakin memperdalam ciuman secara paksa.


Ciuman Alio membuat jantung Olivia berdebar kencang, ada perasaan rumit yang sulit diungkapkan, dan juga sangat menggairahkan.


Tubuh Alio tinggi besar—sementara tubuh Olivia kecil mungil. Kalau dipeluk, rasanya tubuh Olivia nyaris tenggelam dalam dekapan Alio.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, tangan Alio bergerak mengikuti lekuk tubuh Olivia yang seksi, lalu turun ke pinggang Olivia.


Pinggang Olivia sangat ramping, dan Alio bahkan bisa memegangnya dengan satu tangan.


Alio memeluk tubuh Olivia dengan sangat erat, lalu tubuh mereka pun saling menempel tanpa jarak.


Olivia tiba-tiba teringat kembali, dengan kalimat yang diucapkan Alio melalui telepon di balkon tadi.


Olivia tersadar, lalu ia langsung membuka matanya, dan menatap Alio dengan tatapan sedih.


Kalau kamu serius, kenapa tak kita majukan saja, pernikahannya jadi lima hari lagi?


Lima hari lagi, Alio akan menjadi milik Angela Scarlett dan ini bukan sekadar pertunangan saja, seperti yang Lucas katakan...


Olivia ingin berpura-pura tidak tahu, tapi tubuh dan hatinya tidak bisa berpura-pura lagi…


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2