Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 394


__ADS_3

Olivia harusnya merasa senang, tapi entah kenapa hatinya gundah saat memikirkan, bagaimana nasib putranya kalau pria itu sampai menikah dengan Angela Scarlett?


"Kenapa kamu malah ngelamun disini?" tanya Rena saat ia memasuki kamar dan melihat Olivia sedang melamun, "tuh anakmu sudah nggak sabar nungguin kamu di luar."


Setelah mendengar itu, Olivia pun tersadar, lalu ia mengatur emosinya sambil memasukkan buku gambar tersebut ke dalam tas, "oke, tunggu sebentar."


Lalu, Olivia keluar dari kamar, ia berpamitan dengan Rena sebelum ia pergi.


"Ren, aku pergi dulu, ya. Sampai ketemu nanti…," ucapnya saat memeluk sahabatnya itu.


Setelah itu, Olivia membawa sang putra turun dari gedung apartemen, lalu sesampainya di bawah, Olivia melihat kalau sudah ada seseorang yang menunggu mereka di bawah.


Olivia dan Olvi langsung memasuki mobil sesuai arahan, di sepanjang perjalanan, Olvi terlihat sangat senang saat melihat jalanan malam.


"Ma! Aku pikir, Papa nggak mau ketemu sama aku lagi…," ucap Olvi sambil menatap sang ibu dengan polos.


Perkataan putranya terdengar sangat nyelekit di hati Olivia. Meskipun masih kecil, Olvi adalah anak yang peka. Olvi tahu kalau keluarganya saat ini sangat berbeda dari keluarga lain pada umumnya.


Mungkin, suatu hari nanti, sang putra akan menyadari kalau hidupnya itu takkan lengkap tanpa ayah atau ibu.


Olivia pun teringat masa kecilnya, saat berusia delapan tahun. Saat itu orangtua Olivia berpisah dan Olivia merasa sangat kesepian. Rasanya, seakan-akan Olivia ditinggal sendirian di dunia ini.

__ADS_1


Hati Olivia terasa perih, lalu ia mengelus-elus bagian belakang kepala putranya dengan lembut, lalu berusaha terlihat santai, "Papamu sangat mencintaimu, jadi nggak mungkin dia meninggalkanmu, apapun yang terjadi."


"Papa juga mencintai Mama, jadi nggak peduli apapun yang terjadi … Papa juga nggak akan meninggalkan Mama, kan?"


Setelah mendengar itu Olivia terkejut sejenak, ekspresi polos dan juga penuh harapan di mata anaknya membuatnya merasa sangat bersalah.


Olivia juga ingin memberikan keluarga yang utuh, tetapi ia menyadari keterbatasannya.


Dengan usaha menghilangkan rasa bersalahnya, Olivia pun tersenyum sambil bercanda, tapi setengah serius.


"Sayangnya, Mama dan Papa nggak bisa bersama karena Papamu akan menikahi wanita lain. Nanti, kamu mau tinggal sama Papa atau Mama?"


Olvi yang terlihat sangat menggemaskan saat serius pun bertanya, "serius, Papa akan menikah dengan wanita lain?"


Olivia tak tega melihat sang putra, lalu ia menghela nafas dan berkata, "nggak, Mama hanya bercanda, Sayang."


"Ish, nggak lucu sama sekali tahu!" seru Olvi yang terlihat tidak senang.


Namun, seketika, Olvi terlihat seperti mengingat sesuatu, lalu ia tersenyum kembali.


"Papa sudah berjanji padaku nggak akan menikah dengan wanita lain. Jadi, aku percaya sama Papa dan aku hanya ingin Papa menikah dengan Mama!"

__ADS_1


Olivia tak bisa berkata-kata, lalu ia memandang keluar jendela dengan perasaan campur aduk.


***


Saat Olivia dan Olvi tiba di hotel, Alio baru selesai mandi dan pria itu duduk di sofa ruang tamu—mengenakan robe hitam—sambil minum.


"Papa!" seru Olvi gembira begitu masuk.


Alio berbalik dan melihat sosok putranya yang datang bersama wanita yang ia cintai. "Yuk, kita makan," ajaknya dengan tatapan hangat.


"Kamu belum makan, ya?" tanya Olivia sambil melepaskan jaket Olvi, kemudian menggantungkannya di gantungan.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2