
Setiap hari sabtu sore, Olvi akan mengunjungi sang ibu, untuk melepaskan kerinduan karena mereka jarang bertemu.
Olvi tahu kalau ibunya sedang sedih, jadi anak itu berusaha untuk tidak membahas—sesuatu yang berhubungan dengan ayahnya!
Namun, Olvi juga tidak mau, ibunya terus larut dalam kesedihan.
Lalu, Olvi berusaha menghibur ibunya dengan mengatakan; "Mama jangan sedih ... aku akan selalu ada untuk melindungi Mama!"
Olivia pun merasa terharu setelah mendengar perkataan sang putra!
Dan Olivia tidak mau menangis di depan sang putra.
Sebagai gantinya, Olivia pun tersenyum lalu ia mencubit hidung Olvi yang menggemaskan.
"Sayang ... Mama pernah bilang padamu, kan? Nanti, saat kamu sudah dewasa ... kamu akan menikahi wanita pilihanmu?" tanya Olivia.
Mendengar itu, mata Olvi berkaca-kaca, lalu ia merasa sedih.
"Tapi, Ma! Aku tak mau menjadi orang dewasa lalu menikah!" bantah Olvi.
"Aku tak mau meninggalkan Mama sendirian!" jelas Olvi kemudian. "Aku akan menghabiskan sisa hidupku bersama Mama!"
Mendengar pernyataan itu—Olivia pun merasa tersentuh lalu memeluk sang putra erat! Olivia juga mencium kening putranya penuh kasih.
"Sayang, kamu harus menjalani kehidupanmu sendiri. Hidupmu adalah milikmu, Mama akan selalu ada untukmu, jadi jangan khawatir!"
"Benarkah?" tanya Olvi, sambil menatap Olivia dengan wajah polosnya.
__ADS_1
"Tentu," jawab Olivia lalu ia tersenyum hangat.
Ngomong-ngomong, Olivia tidak bertemu Alio sudah lima hari.
Tidak mudah, bagi rakyat kecil seperti dirinya, bertemu dengan Presiden tanpa kepentingan!
Apalagi kalau pria itu tak berinisiatif menemui Olivia sama sekali!
Tak lama kemudian—Olivia menerima telepon dari sang nenek yang memberitahunya—kalau ayahnya sudah dinyatakan sembuh!
Karena Ayah Olivia bisa pulang hari ini—ia ikut senang saat mendengar kabar itu dan bahkan ia langsung menyetujui ajakan neneknya!
Olivia pun meminta putranya, untuk menelpon sopir pribadi keluarga 'Wilson', menjemputnya pulang.
Sampai jemputan putranya itu datang ... Olivia dengan sabar menunggu.
...—oOo—...
Saat Olivia tiba, Olivia melihat, kalau neneknya sudah tiba lebih dulu.
Terlihat, neneknya menunggu di depan rumah sakit seorang diri.
"Mereka sibuk?" tanya Olivia merujuk pada ibu tirinya dan juga saudari tirinya, ketidakhadiran mereka sudah memberi jawaban untuk Olivia!
Lalu, sang nenek menjawab pertanyaan Olivia sambil berjalan bersama menuju rumah sakit.
"Mereka tengah menyiapkan makan malam di rumah untuk menyambut kepulangan Ayahmu."
__ADS_1
Lalu, nenek pun, menyarankan agar Olivia ikut makan malam di kediaman keluarga Stein malam ini, karena Yuta juga akan hadir di sana.
"Nenek mendengar dari Julia, kalau Yuta mengalami kecElakaan mobil beberapa waktu yang lalu?" tanya sang nenek penasaran.
"Kata Julia juga, kaki Yuta sempat cedera! Tapi untungnya, Yuta sudah sehat kembali," tambah sang nenek.
Olivia tidak langsung menjawab iya, ia berpikir sejenak sebelum bertanya.
"Julia dan juga Yuta sudah bertunangan lama, tetapi kenapa sampai sekarang mereka masih belum membahas soal pernikahan?"
Tiba-tiba, ekspresi neneknya pun berubah, terlihat tidak bahagia. "Sebenarnya, sudah waktunya untuk membahas pernikahan, tapi keluarga Yuta sendiri masih tak memberikan kepastian."
Olivia melanjutkan perjalanan bersama sang nenek tanpa mengajukan pertanyaan lebih lanjut.
Saat Olivia dan neneknya tiba di depan pintu masuk rumah sakit, petugas keamanan langsung menghentikan mereka berdua.
Sang nenek pun langsung menunjukkan kartu keluarga Stein lalu akhirnya mereka berdua pun diizinkan masuk.
Dan saat itulah Olivia menyadari, kalau seluruh area rumah sakit masih dijaga dengan sangat ketat.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)
Thankyou so much and see you next part~
__ADS_1