
Manager memberi Nyonya Obella buku menu lebih dulu, tapi Nyonya Obella malah menyerahkannya pada Olivia. "Nona Olivia paling kenal dengan tempat ini. Anda sebaiknya memesan lebih dulu."
Tak sungkan, Olivia memesan dengan ramah dan bahkan menanyakan seleranya kepada Nyonya Obella sebelum memesan. Setelah mengetahui seleranya, Olivia menyadari bahwa selera keduanya sebenarnya serupa.
Nyonya Obella pun tertawa dan terlihat sangat senang. "Bukan hanya kebetulan saya bertemu dengan Nona Olivia, bahkan dalam hal makanan pun kami memiliki selera yang sama. Jika saya kembali ke sini, saya berharap bisa menghabiskan waktu bersama Nona Olivia sekali lagi."
Sambil tersenyum hangat, Olivia berkata. "Anda terlalu memuji, saya akan senang meluangkan waktu saya kapanpun jika Anda kembali lagi."
Nyonya Obella menghela nafas. "Yah, saya tidak tahu kapan waktu berikutnya saya bisa kembali lagi." Ia lalu berbalik dan menyuruh Lucas untuk menyimpan nomor telepon Olivia di handphone miliknya sendiri. "Lucas, kamu tidak perlu repot menghabiskan waktu bersama saya saat saya kembali lagi ke sini dan jangan menunda cintamu."
"Anda selalu mengatakan hal yang sama, bahwa karena Anda, saya tidak memiliki waktu untuk jatuh cinta. Menurut saya, mungkin ini bukan saat yang tepat untuk saya untuk melakukannya, dan saya yakin jodoh saya akan datang dengan sendirinya nanti," ujar Lucas sambil menatap Olivia dengan penuh makna.
Lucas melanjutkan. "Siapa tahu, mungkin putri Anda adalah jodoh saya. Jika itu terjadi, saya akan memberikan Anda cucu yang cantik dan cerdas atau mungkin cucu laki-laki yang tampan seperti saya."
Pria itu menyeringai. "Tentu saja Anda tidak keberatan, bukan, Mama Mertua?"
__ADS_1
Di kalimatnya yang terakhir, Lucas hanya bercanda pada nyonya Obella, itu juga terdengar dari nada bicaranya.
"Kamu selalu humoris," kata Nyonya Obella sambil tersenyum. Ia kemudian menggenggam tangan Lucas. "Tapi jika kamu bisa menemukan putri saya, itu akan menjadi berkah."
Kata-kata tersebut didengarkan oleh Olivia dan Rena yang diam-diam saling memandang.
Rena penasaran dan bertanya. "Apakah Nyonya Obella sedang mencari seseorang saat ini?"
Ny. Obella menghela nafas dan menjawab. "Kota ini sangat luas, dan saya tidak memiliki petunjuk pasti. Saya yakin anak itu berada di kota ini, tapi saya tidak yakin apakah saya bisa menemukannya atau tidak."
Pria itu melirik Olivia lagi. Perpisahan yang menyakitkan antara ibu dan anak sudah berlangsung bertahun-tahun.
Lucas merasa iba dan berharap Nyonya Obella bisa menyadarinya secepat mungkin.
Mendengar ucapan Lucas, Nyonya Obella menjadi sangat bersemangat dan meraih tangannya. "Lucas, apakah kamu memiliki petunjuk? Apa maksudmu dengan insting kuat saya sebagai seorang ibu?"
__ADS_1
Lucas ragu-ragu saat ditanya, tatapan tiga wanita itu terarah padanya, terutama dia melihat harapan besar di mata Nyonya Obella dan ia tak tahan lagi.
Bibir Lucas bergerak, ia ingin berbicara, tapi akhirnya menatap Rena. "Mungkin Nona Rena adalah putri Anda. Mungkin saja ini benar."
"Sungguh, Nona Rena?" Nyonya Obella membalikkan pandangan ke Rena. "Nona Rena, bisakah kamu mengatakan apakah kamu memiliki orang tua angkat?"
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1