Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 84


__ADS_3

"Tidak ada, aku minta maaf, aku sedang sibuk sekarang. Sampai jumpa sepuluh hari kemudian, bye!"


Usai menyelesaikan kalimat itu, Olivia menutup telepon dengan tergesa-gesa.


Alio hampir tak bisa berjalan dan setiap langkah membuatnya sakit dari kepala hingga kaki.


Pria itu berjalan dari kamar ke luar dengan tak stabil, untuk jarak sesingkat itu, ia bahkan berkeringat dingin.


Takut Alio akan jatuh, Olivia bergegas untuk membantunya.


Olivia jadi khawatir, saat ia menghampiri Alio, pinggangnya membentur sudut sofa dengan keras.


Wanita itu mengambil napas dalam-dalam, mengerutkan kening dan meremas pinggangnya sambil sedikit memijit.


Tapi langkah Olivia tak melambat sama sekali.


Olivia berjalan mendekati Alio, memeluknya dan berkata dengan protes. "Mengapa kamu keluar? Dokter Lay berpesan kamu harus tetap di tempat tidur dan beristirahat. "


"Besok aku harus tampil di depan umum, aku harus terbiasa dengan rasa sakit ini. "


"Kau harus muncul di depan media besok?"


"Ya."


Olivia sedikit mengernyit. "Tapi kondisi fisikmu saat ini tidak memungkinkan kamu keluar dan bertahan untuk waktu yang lama. Selain itu, kamu juga belum sepenuhnya pulih. Ada begitu banyak orang di luar sana dan cuacanya tidak terlalu bagus. Aku khawatir kondisimu akan bertambah parah."

__ADS_1


Memikirkan hal itu, Olivia bahkan lebih khawatir dengan Alio.


Pria itu menatap wajah Olivia yang khawatir, sepertinya tiba-tiba lukanya tak begitu terasa menyakitkan.


Tapi Alio hanya bertanya dengan lembut. "Bagaimana dengan pinggangmu?"


"Apa?" pertanyaan pria itu membuat Olivia bingung.


Apa yang dia maksud?


Alio menatap wanita di depannya sekilas dan kemudian pria itu tiba-tiba meraih pinggang Olivia dengan tangan yang tak terluka.


Dengan sedikit usaha, Alio menarik Olivia mendekat dan Olivia hampir menempelkan wajahnya di dada pria itu.


"Ah..." Olivia menegang dan membuat suara erangan kecil.


Dada pria itu terluka parah, Olivia takut menyakitinya, jadi wanita itu hanya bisa meletakkan tangannya di pundak Alio.


Namun, pria itu sepertinya sudah lupa kalau dia terluka.


Alio meletakkan telapak tangannya yang besar di pinggang Olivia dan bergerak ke sisi lain yang merupakan tempat yang baru saja terbentur sofa.


"Aduh."


Olivia sedikit merintih dan alisnya mengernyit.

__ADS_1


"Dasar Olivia bodoh!"


Alio menatapnya, mendengus dan dengan sabar memijat pinggang Olivia yang memar.


Pikiran Olivia tiba-tiba menjadi kosong.


Menyadari apa yang Alio lakukan, Olivia merasakan sedikit kehangatan dan mereka berdua tampak mengembangkan perasaan cinta yang samar-samar.


Telapak tangan Alio terasa sangat hangat, perasaan itu dipindahkan dari tangan pria itu ke kulit Olivia melalui pakaiannya dan menembus ke dalam tubuhnya, bahkan hatinya!


Olivia hanya merasa bahwa rasa sakitnya baru saja menghilang tanpa jejak.


Satu-satunya hal yang tersisa...


Sekarang detak jantung Olivia benar-benar kacau dan perasaan ini telah membangkitkannya.


Dalam beberapa hari terakhir, Olivia berusaha sangat keras untuk menjaga jarak aman dari pria itu, tapi sekarang...


Mereka sangat dekat sehingga Olivia bisa melihat wajah tampan Alio yang luar biasa.


— Bersambung ——oOo—


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2