
Walaupun Olivia hanya sedikit terluka, ia berterima kasih didalam hatinya pada Alio—karena pria itu cukup baik padanya.
Sayangnya, Olivia tak bisa memakai gaunnya lagi dan terpaksa harus mengenakan baju kerjanya yang biasa—di tengah para wanita yang memakai gaun.
Hanya Olivia yang mencolok karena memakai dress code yang berbeda dan tak sesuai.
Olivia pun memutuskan duduk di belakang dan agak jauh dari tempat utama dimana Presiden Alio berada.
Namun, pria itu masih terlihat menawan!
Meskipun jarak Olivia sangat jauh dari Alio, ia masih bisa melihat pria itu dengan sangat jelas.
Orang-orang di sekitar Alio adalah orang yang penting juga, namun mereka semua terlihat sangat menghormati pria itu.
Tentu saja, karena Alio Wilson adalah Presiden negara ini!
"Olivia! Kenapa kamu lama sekali?" Rena hampir mengomel saat menghampiri Olivia.
"Tadi ada masalah dengan gaunku," jelas Olivia tapi matanya menatap ke arah lain.
Rena menganggukkan kepalanya dan duduk di samping Olivia, dengan kening yang mengerut ia mengikuti arah pandangan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Presiden kita memang sangat tampan, jangan ditatap terus, nanti matamu bisa copot!" sindir Rena karena dari tadi Olivia tak memperhatikan dirinya, melainkan melihat ke arah Alio terus-menerus.
Olivia merasa malu karena tertangkap basah oleh Rena.
Jadi, Olivia berpura-pura santai dan mengalihkan pembicaraan. "Acaranya bagus ya, Ren."
Rena tersenyum. "Come on, Olivia. Aku tau dari tadi kamu menatap Pak Presiden, tenang aja … aku tidak akan mengejekmu. Tapi, dari tadi Yuta terus menatapmu, apakah itu berarti Yuta masih tertarik padamu? Kalau begitu bagus dong, kamu dan Yuta masih bisa bersama."
Mendengar itu, Olivia mengepalkan tangannya di atas paha, kemudian ia menarik nafasnya dalam-dalam dan berkata dengan tegas. "Sekarang, Yuta dan Julia bertunangan. Apakah kamu pikir … kita masih bisa bersama?"
Mulut Rena langsung terbuka lebar karena tak tahu akan hal itu, ia sungguh tak menyangka.
"Ssstt, jangan berisik dan tenanglah Rena…," bisik Olivia sambil membuat gerakan tangan untuk membungkam Rena.
Sekarang, mereka berada di venue kementerian luar negeri—dimana semua orang penting hadir, bisa-bisa mereka kena masalah nanti.
Saat Rena menyadarinya, ia langsung menutup mulutnya rapat-rapat.
Pada akhirnya, Olivia tak bisa menahan dirinya agar tak menatap Yuta, namun ia tak menunggu Yuta menatapnya juga dan dengan cepat memalingkan wajahnya.
Jantung Olivia berdegup kencang, dadanya terasa sesak dan hatinya terasa sakit.
__ADS_1
Olivia tak pernah menyangka kalau Yuta dan Julia akan bertunangan.
Setelah acara malam puncak selesai, Presiden Alio pulang terlebih dahulu.
Olivia berdiri dengan wajah dingin dan tenang saat melihat Julia sangat bahagia dan bangga mengekspos hubungannya dengan Yuta.
Sedangkan mata para wanita yang mengidolakan Yuta tampak menatap mereka penuh dengan rasa iri.
Di samping Olivia, Rena merasa marah dan tak suka.
Olivia melihat Yuta dan Julia dari kejauhan, memangnya apa yang salah? Sebenarnya, yang memutuskan hubungan adalah Yuta karena kehamilan Olivia yang tak diinginkan.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
__ADS_1