
"Tidak bisa dibiarkan! Mama tidak menyangka kalau Pak Presiden akan tergoda dengannya!" ucap Nyonya Scarlett, benar-benar tidak habis pikir.
"Kalau begini Mama harus memberitahu Papa tentang masalah ini!"
Lalu, Nyonya Scarlett pun bersiap-siap—untuk menemui sang suami.
"Jangan! J-jangan beritahu Papa, Ma!" Angela pun langsung menghentikan sang ibu.
"Mama pasti tahu, Papa itu orang yang seperti apa, kan?"
"Papa pasti akan menghalalkan segala cara ... untuk mencapai tujuannya!"
"Dan jika aku tak menikah dengan Alio, wanita itu pasti akan sangat senang! Mungkin wanita itulah yang mengirim foto-foto itu kepadaku!"
"MA, BAGAIMANAPUN CARANYA, AKU AKAN MENIKAH DENGAN ALIO!"
Setelah selesai berbicara, tatapan Angela pun langsung berubah tajam.
"Angela, apa yang akan kamu lakukan!?" tanya sang ibu cemas.
"Tenang saja Ma, biar aku yang membereskan masalah ini," jawab Angela percaya diri.
"Tapi, kamu jangan sampai membunuh orang, Angela. Papamu itu Wakil Presiden, dan kamu jangan sampai membuat masalah, yang akan mencoreng nama baik Papamu!"
"Mama jangan berlebihan! Untuk apa juga aku membunuh orang!? Sangat tidak masuk akal!" ucap Angela berbohong.
__ADS_1
Angela memang tidak akan membunuh Olivia, tapi dia akan membuat hidup wanita itu, bagai di neraka!
...—oOo—...
Olvi masih belum sembuh total dan langsung tidur setelah minum obat.
"Jarang-jarang kita akan bertemu seperti ini ... Olivia, apa kamu mau jalan-jalan bersamaku?" tanya Alea berbicara sopan pada Olivia.
Olivia mengangguk, lalu menjawab. "Baik, tapi saya akan menyelimuti anak saya dulu."
"Temui aku di taman belakang," ucap Alea lalu ia pergi lebih dulu ke taman belakang.
Olivia pun menyelimuti Olvi, lalu menghampiri Alea yang ada di taman belakang.
Olivia membutuhkan sedikit waktu sampai dia menemukan Alea, di taman yang seluas enam hektar itu!
Wanita itu terlihat sangat indah, meskipun tak melakukan apapun!
Dan wanita itu, hanya duduk diam di samping air mancur.
Olivia tahu, apa yang akan terjadi selanjutnya! Karena, tidak ada yang bisa mereka bicarakan kecuali Alio.
Olivia pun berjalan mendekati Alea lalu wanita itu tersenyum padanya dan berkata. "Kemari!"
Lalu, Olivia duduk di sebelah Alea. Olivia tidak ingin memecahkan keheningan lebih dulu jadi ia hanya diam saja.
__ADS_1
Hembusan angin sepoi-sepoi membuat Olivia terasa nyaman dan rileks.
Seorang maid datang, lalu maid itu menyeduh teh untuk mereka berdua.
"Pasti sangat sulit, membesarkan Olvi selama ini?" tanya Alea lalu ia menyesap teh yang tadi diseduh oleh maid.
"Kata orang, pengalaman adalah guru terbaik," jawab Olivia lalu ia tersenyum hangat. "Berkat itu, aku bisa menjadi orang tua untuk anakku."
Olivia masih ingat masa sulit yang dialaminya selama ini.
Dan ia pikir lebih baik menyimpannya sebagai rahasianya sendiri.
Olivia tidak tertarik berbagi segalanya dengan orang lain.
Semuanya sudah berlalu, ia dan juga putranya baik-baik saja sekarang.
Satu-satunya yang Olivia inginkan kini adalah, agar Alio memperbolehkan dirinya membawa Olivia pulang. Hanya itu, tidak lebih!
"Apakah kamu baik-baik saja? Selama tinggal disini, Olivia?" tanya Alea santai.
— Bersambung —
***
***Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya*** :)
__ADS_1
***Thankyou so much and see you next part***~