Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 6


__ADS_3

Dan Jesi berhasil menampar wajah Olivia tanpa ragu-ragu sehingga meninggalkan jejak kemerahan di pipi putih gadis itu.


Olivia merasa tamparan itu berdengung di telinganya.


Namun, Olivia tak melawan, ia hanya menggigit bibir bawahnya dan terus berlutut, ia menolak untuk mengakuinya!


Karena ... Olivia tak melakukan kesalahan sama sekali!


Olivia tersenyum pahit sekilas. Bullshit demi kebaikanku, mereka cuma memikirkan nama baik keluarga ini! batinnya.


BRAK!!


"Sudah cukup!" Oliver memukul meja lagi. Membuat perdebatan Olivia, Julia dan Jesi langsung terhenti.


Terlihat jelas ekspresi murka Oliver saat melihat Olivia menantang Jesi dan Julia yang mencoba mencarikan solusi untuk masalahnya.


"Olivia, sebaiknya kamu diam!"


"Ayah—" lirih Olivia tak terima dengan perlakuan sang ayah yang lebih membela Jesi dan Julia daripada dirinya.


"Kamu sendiri tahu, kan? Kalau kesalahanmu itu sangat fatal dan tidak bisa dimaafkan?" tanya Oliver tegas.


Olivia mengangguk sebagai jawaban, ia mulai menegang saat langkah kaki ayahnya mulai mendekatinya tanpa keraguan.

__ADS_1


"Tetapi ... kenapa kamu masih saja melakukan kesalahan yang mencoreng nama baik keluarga kita dengan kelakuanmu yang sembrono itu!?"


"A-aku—"


"Selama ini Ayah sudah membangun nama baik keluarga kita dengan susah payah. Tapi kamu ... malah hamil di luar nikah dan membuat nama baik keluarga Stein kita terancam. Kamu seharusnya malu, Olivia!"


Oliver terlihat sangat kecewa karena selama ini ia sangat mempercayai Olivia dan menaruh harapan besar pada putrinya itu.


Akhirnya, air mata Olivia terjatuh membasahi wajahnya yang cantik. Jujur saja, dia tak sanggup menerima kenyataan pahit yang terjadi karena malam itu.


"M-maaf, Ayah—" isak tangis Olivia pecah. Tapi, tak membuat Oliver iba sedikitpun. "Maafkan aku ... Ayah."


Olivia memohon, namun ekspresi wajah Oliver menjadi semakin dingin dari sebelumnya.


Pria paruh baya itu tak mengucapkan permintaan—melainkan perintah mengerikan yang harus di patuhi, tanpa bantahan dan penolakan.


"A-apa!?"


Kedua mata Olivia langsung terbelalak saat mendengar ucapan ayahnya yang berhasil melukai hatinya jauh lebih dalam lagi.


Perasaan Olivia kini bercampur aduk, ia merasa kesal, sedih, dan juga marah karena sekarang—terdapat kehidupan lain didalam kandungannya.


Apa yang harus Olivia lakukan? Akankah ia mempertahankan kehamilannya yang misterius dan merelakan masa depannya? Ataukah menggugurkan kandungannya demi melanjutkan masa depan?

__ADS_1


Tetapi, bukan berarti juga Olivia akan sekejam itu untuk mengakhiri kehidupan calon bayi yang tak berdosa ini.


Kemudian, Oliver melangkah pergi meninggalkan ruang tamu tanpa belas kasih sedikitpun!


Sedangkan Jesi dan Julia, mereka masih berdiri tegap dan saling melirik satu sama lain dengan seringai yang tajam karena insiden hari ini sangat menyenangkan!


Julia menghela nafas malas sebelum pergi. "Malangnya Kak Yuta, ternyata—tunangannya hamil dengan pria lain. Seharusnya, kau sadar diri! Kak Yuta terlalu baik untuk dirimu yang sekarang."


Sarkas Julia tersenyum sinis, kemudian pergi meninggalkan ruang tamu.


Mendengar itu, hati Olivia terasa sangat sakit seperti di sayat ribuan silet, berkat Julia—Olivia sadar kalau dirinya yang sekarang memang tak pantas lagi untuk Yuta.


Jika nanti Olivia bertemu lagi dengan bajingan yang sudah membuatnya hamil, tamparan ketidakadilan dan penghinaan ini akan ia kembalikan berkali-kali lipat lebih menyakitikan!


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2