Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 351


__ADS_3

Lalu, tangan Ken menarik tangan Jesi secepat kilat—membuat wanita itu terhuyung dan kembali ke tempatnya tadi.


"Aduh," Jesi mengeluh kesakitan, saat punggungnya terbentur sudut meja dengan sangat keras dan rasanya tentu saja sangat sakit.


"Nyonya Stein, Anda harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan Anda! Mau lari kemana Anda!?" tanya Ken sembari menatap Jesi dengan tatapan tajam.


Mendengar hal itu, Jesi sangat panik dan ketakutan, ia benar-benar tak menyangka kalau Presiden Alio sangat menyukai Olivia yang menyebalkan ini.


Dan yang lebih mengejutkannya lagi, Pak Presiden terlihat tak mempermasalahkan status Olivia sebagai warga biasa, bahkan tak memperdulikan fakta kalau Olivia sudah memiliki anak.


Pak Presiden sangat melindungi Olivia!


Tak lama kemudian, telepon Nyonya Glen diangkat suaminya, wanita itu menangis dan membuat suaminya di seberang sana marah.


Saat berikutnya, wanita itu mengangkat alisnya dan menyerahkan handphonenya kepada Ken. "Suamiku ingin berbicara denganmu di telepon. Aku tidak akan memaafkan kamu, meskipun kamu berlutut mengemis-ngemis permintaan maaf dariku!"


"Nona Olivia, tolong tunggu di sini. Saya akan menjawab telepon dan akan segera kembali."

__ADS_1


Ken dengan hormat berkata kepada Olivia, lalu ia juga memberitahu bawahannya yang berada disekitarnya. "Awasi wanita-wanita itu, jangan sampai ada yang pergi, terutama Nyonya Stein!"


Suara dingin itu membuat merinding orang-orang yang mendengarnya, beberapa wanita saling memandang, sebenarnya mereka juga agak khawatir dan berbisik-bisik.


"Siapa sebenarnya orang-orang ini?"


"Dilihat bagaimanapun, mereka terasa seperti bukan orang biasa."


Olivia bisa menebak hasilnya. Seperti yang diharapkan, saat Ken belum kembali, handphone dua wanita lainnya tiba-tiba berdering secara bersamaan.


Begitu mereka menjawab telepon, wajah mereka pucat pasi. Mereka terus-menerus memandang Olivia dengan pandangan aneh, penasaran, dan takut.


"Suamiku...," ucap Nyonya glen dengan wajahnya memerah karena merasa malu. "Aku baru saja didorong oleh dia!"


"Baguslah! Siapa suruh kamu berani-beraninya mengganggu Nona Olivia! Sekarang mintalah maaf dengan tulus kepada Nona Olivia dengan sikap yang penuh pengampunan, jika tidak, kamu tidak boleh pulang ke rumah! Aku akan bersikap seolah-olah tidak punya istri sepertimu!"


Setelah mendengar perkataan itu, wanita itu sangat terkejut. Di dalam kata-kata suaminya, hanya ada rasa hormat dan ketakutan terhadap Olivia. Apa sebenarnya yang sedang terjadi?

__ADS_1


Beberapa wanita sedang berspekulasi tentang identitas Olivia, sambil mencoba mencari tahu siapa orang yang diam-diam mendukung Jesi.


Meskipun penuh keberatan, mereka akhirnya dengan sopan meminta maaf. Awalnya mereka semua arogan, tapi pada akhirnya mereka pergi dengan wajah pucat dan malu.


Sebenarnya, Olivia tak punya masalah dengan mereka, jadi ia tak terlalu mempermasalahkannya.


Setelah beberapa saat, di dalam ruangan tersebut, hanya tinggal Jesi seorang diri.


Saat itu, Jesi menyadari bahwa tak ada cara untuk melarikan diri lagi dan sikapnya langsung berubah drastis.


Jesi tiba-tiba berlutut dan memohon. "Olivia, apa yang aku lakukan sebelumnya adalah kesalahanku. Pada saat itu, aku juga tergoda oleh uang, sehingga aku tersesat. Jadi Olivia, kamu harus memaafkanku karena aku adalah ibumu!"


- Bersambung -


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~

__ADS_1


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2