
"Jika kamu berani melihat ke sana, kamu tidak akan melihat matahari besok," ucap Digo dengan suara dingin.
Hati Alea bergetar karena ia sudah menebak apa yang akan dilakukan pria itu.
Sebelum Alea sempat mengatakan apa-apa, kain tipis di bawah gaunnya dilepas Digo tanpa belas kasihan.
Alea terkejut lalu memalingkan wajahnya untuk mengatakan apa yang ingin ia katakan, tapi wajahnya dihadang wajah tampan dan psikopat Digo.
"Jangan melihat ke belakang! Kalau tidak, orang-orangmu akan mati!" ucap Digo tanpa ampun.
Alea merasakan sakit di hatinya, tapi Digo sama sekali tak memahami perasaannya saat ini.
Saat berikutnya, pria itu tiba-tiba memasukkan miliknya tanpa ada peringatan dan pemanasan apa pun hingga Alea sangat kesakitan dan tak bisa menahannya.
Bahkan jika rasa sakitnya sangat parah, Alea bahkan tak berkesempatan untuk mengeluh.
Ketika Alea dan Digo melakukan hal yang sama sebelumnya, Digo pernah memberitahunya bahwa pengalaman pertama akan sangat menyakitkan.
Karena Alea terlalu muda untuk berhubungan intim dan ... Bagaimana rasa sakit itu dirasakan? Apa jenis rasa sakit yang dirasakan? Bukan hanya karena tubuh mereka bersatu, tapi... juga karena perlahan-lahan inci demi inci
Alea merasa terlambat untuk mengeluhkan semuanya pada saat itu. Saat pertama kali Digo melakukannya, pria itu melakukannya dengan lembut dan hati-hati, tapi sekarang, Digo menyakitinya dan berperilaku agresif tanpa memperdulikan perasaannya.
__ADS_1
"Digo...," ucap Alea akhirnya berbicara lalu menghela napas, ia gemetaran karena rasa sakit di selangkangannya.
Digo menatap Alea yang gemetaran dan diam selama beberapa saat.
Sebaliknya, Alea hanya menatap Digo dengan tatapan dingin, bahkan wanita itu tak bisa menangis.
"Apakah ini masalahnya? Aku akan membayar kembali semua hutangku padamu, jadi mari hentikan!"
Alea merasa sangat malu karena merasa tak berdaya di hadapan pria itu.
Karena merasa lemah dan kurang keyakinan untuk mempertegas semuanya, sehingga Alea hanya bisa membiarkan Digo bermain-main dengan tubuhnya.
Digo mengulurkan tangannya untuk memegang dagu Alea. Ia menatap wanita itu dengan tatapan kejam. "Alea Wilson, kamu pertama kali dijual kepadaku 10 tahun yang lalu. Kini, aku hadir untuk mengklarifikasi apa yang semestinya menjadi hak milikku."
Setelah Alea selesai, Digo menarik dirinya kembali, membiarkan wanita itu merapikan dirinya.
Meskipun mereka baru saja terlibat dalam hubungan fisik yang singkat, Alea merasa sangat malu, sementara pria itu selalu terlihat elegan dan dingin. Namun, Alea menyadari bahwa hubungan mereka terjadi karena kebencian, bukan karena kasih sayang.
Alea menertawakan dirinya sendiri karena merasa lemah dan menyedihkan seperti sepuluh tahun yang lalu.
Meskipun Alea terlihat sangat seksi, Digo hampir tak bisa menahan hasratnya. Namun, ia memilih untuk membiarkan wanita itu turun dari mobilnya seolah-olah tak terjadi apa-apa.
__ADS_1
Setelah lima menit berlalu, Digo duduk di dalam mobilnya dan mendengar ketukan di jendela beberapa kali.
Kemudian, pria itu menurunkan jendela dan melihat Alea membungkukkan sedikit badannya, di mata Digo wanita itu terlihat sangat tenang.
Semakin tenang Alea, semakin membuat Digo merasa terganggu.
"Ya, aku akan melunasi hutang sepuluh tahun yang lalu! Setelah itu, hubungan kita akan benar-benar berakhir!" ucap Alea tegas.
"Satu hal lagi, sampai kapanpun ... I'll never be yours! Never!" tambah Alea dengan suara lantang.
Alea tak merasa takut terhadap Digo atau kejadian sepuluh tahun yang lalu, karena pria itu hanyalah seperti mimpi buruk bagi Alea.
Digo tetap sama seperti dulu, dan pikiran Alea terus dipenuhi dengan beban dari masa lalu yang tak kunjung hilang.
Bahkan, Alea berharap agar mimpi buruknya segera berakhir.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya :)
__ADS_1
Thankyou so much and see you next part~