Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 163


__ADS_3

Dengan napas yang tak stabil dan dada yang naik turun, Olivia menatap Alio dengan panik. "Kamu... Kamu akan tertular," ucapnya gugup setengah mati.


"Kau mengkhawatirkanku?"


Olivia tak menyangkalnya saat ini, hanya mengangguk dan menatap pria itu dengan khawatir. "Bagaimana jika aku benar-benar terkena virus?"


"Lalu kita akan dikarantina bersama, tidak akan membosankan jika kita ada yang menemani," bisik Alio.


Olivia bergetar, detik berikutnya, pria itu membungkuk untuk menciumnya lagi.


Wanita itu mendesah pelan dan setelah beberapa saat, Alio berhenti mengisap bibirnya tapi tetap tak melepaskannya.


"Ada apa hubungan apa kau dan Yuta?" tanya Alio dengan suara serak.


Sebelum Olivia bisa menjawab, Alio mengerutkan kening dan melanjutkan. "Jika kau berani mengatakan kalian adalah kekasih, aku akan memecatnya besok!"


Malam ini membawa hal ambigu tanpa akhir dan meruntuhkan tembok pertahanan Olivia agar tak jatuh dan diperdaya oleh pria bajingan itu.


Olivia menatap Alio, ia hanya merasa bahwa hatinya menjadi lunak.


"Aku tidak sengaja bertemu dengannya di rumah sakit, saat aku pingsan, aku tiba-tiba dibawa ke apartemennya," jelas Olivia ragu-ragu.


"Masih ingin menikah dengannya?" tanya Alio dengan tatapan tajam.


Bulu mata Olivia bergetar. "Tidak!" jawab Olivia dengan suara pelan.


Olivia merasa sepertinya ia terpana, karena ia bisa saja berbohong pada Alio. Namun, Olivia mengatakan yang sebenarnya.

__ADS_1


Jelas, Alio sangat puas dengan jawaban ini, kesuraman di antara kedua alis pria itu langsung menghilang.


Alio memegang dagu Olivia dengan jari-jarinya. "Sepertinya kau tidak sebodoh itu."


Apa?


Kapan aku bodoh?


Tiba-tiba, Alio menyela pemikiran Olivia dengan ciuman yang tersisa.


Olivia tak bisa mengucapkan sepatah katapun lagi. Kenapa … pria ini sangat suka berciuman?


Namun, pada akhirnya...


Alio melepaskan Olivia dan kembali ke kamarnya sendiri, saat pria itu mandi di bawah shower dengan hati yang berdebar-debar.


Alio tak bisa menahan semua ini! Gairah di tubuhnya dan pikirannya penuh dengan tatapan lembut dan memanjakan Olivia.


Wanita ini seperti pencuri yang memikat!


...—oOo—...


Keesokan harinya…


Pagi-pagi sekali, staf medis terus keluar masuk kamar Olivia, mengukur suhu tubuh, mengukur tekanan darah dan sebagainya.


Olivia perlahan bangun.

__ADS_1


Melihat handuk kecil di tangannya, Olivia tak bisa tak memikirkan hal-hal yang terjadi tadi malam.


Termasuk ciuman Alio, semuanya seperti mimpi, tapi rasanya sangat nyata.


Apakah pria itu memang bajingan! Atau ... Alio sebenarnya tidak seburuk itu?


Olivia sangat bingung, jika Alio adalah orang yang baik, pria itu tak akan pernah menyakitinya sebelumnya.


Tapi jika pria itu adalah orang jahat, seperti kata Rena … Alio pasti sudah mengusirnya sejak awal. Terlebih lagi…


Olivia menyentuh handuk kecil di tangannya dan tanpa sadar tersenyum.


Pria jahat tidak akan melakukan hal seperti ini untukku, kan?


"Nyonya, apakah Anda merasa lebih baik hari ini?" tanya seorang perawat dengan ramah.


Olivia duduk dari tempat tidur dan menjawab. "Hm, saya merasa jauh lebih baik. Ngomong-ngomong … bagaimana dengan Pak Presiden?" tanyanya ragu-ragu.


Tadi malam, mereka berdua ...


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2