Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 355


__ADS_3

Rena menoleh dengan wajah kaget. "Aku tidak salah dengar, kan? Ibu tirimu akan membersihkan toilet di sini selama sepuluh tahun? Ayahmu kan baik-baik saja, bagaimana dia bisa sampai pada titik ini?"


Ternyata, metode pengembalian hutang yang disebutkan oleh Ken adalah seperti itu. "Dia berutang padaku, tapi tidak bisa membayarnya, jadi dia harus mencari uang dengan cara seperti ini untuk membayar."


"Tapi ... ibu tirimu tidak mungkin sepenuhnya patuh, kan?" Rena berhenti sejenak, seolah-olah tiba-tiba menyadari sesuatu, "Aku mengerti sekarang, sepertinya ada seseorang yang memainkan peranan di belakang layar~ Hmph, dia pantas mendapatkan hasil dari semua kejahatannya terhadap kamu selama ini! Aku harap Julia juga datang dan membersihkan toilet di sini. Biarkan dia merasakan hasil dari betapa sombongnya dia!"


Olivia berpikir bahwa mungkin Julia sekarang akan lebih banyak diam dan tak berani mengusiknya lagi.


...—oOo—...


Pada saat hampir pulang kerja, handphone Olivia berdering. Di layar, terlihat kata 'Om Sangar' berkedip.


Olivia melepaskan pekerjaannya dan pergi ke sudut ruangan sebelum menjawab panggilan telepon.


"Halo."


"Kamu akan pulang ke mana setelah kerja?" tanya Alio dari seberang sana.


"Aku berencana untuk kembali ke apartemenku," jawab Olivia.


Olivia tak pulang ke apartemen selama dua hari terakhir, ia takut debu sudah menumpuk disana dan harus pulang untuk membersihkannya.

__ADS_1


"Oke," Alio hanya menjawab sepatah kata, membuat Olivia bertanya. "Ada apa?"


"Malam nanti aku akan menghubungimu lagi," ucap Alio, seperti biasanya, singkat.


Olivia hanya menjawab "Hmm" sebagai respons, ia tahu Alio sangat sibuk dan keduanya tak mengatakan apa-apa lagi setelah itu.


Mereka hanya memegang handphone mereka dan mendengarkan nafas satu sama lain dalam keheningan sejenak, sebelum akhirnya Alio berkata. "Aku harus pergi rapat sekarang."


Olivia tersenyum tipis, suaranya tanpa sadar menjadi lebih lembut. "Pergilah, aku juga akan beres-beres dan bersiap-siap pulang. Jadi... kita bisa bertemu malam ini."


"Aku akan menunggumu malam ini."


Setelah menutup telepon, Olivia memasukkan handphonenya ke dalam saku.


Ternyata, keindahan pemandangan tergantung pada suasana hati seseorang!


Malam itu, Rena tak ingin memasak, jadi ia makan malam di luar bersama Olivia. Saat mereka berada di mall, Olivia membeli sebuah jaket untuk Olvi yang akan dipakai saat jalan-jalan nanti.


Setelah pulang ke apartemen, Olivia menelepon Lucas.


Lucas sedang merapikan barang-barangnya ketika melihat telpon dari Olivia.

__ADS_1


Pria itu langsung mengangkat telepon itu dengan cepat.


"Halo, sudah lama tidak mengobrol, apakah kamu merindukanku?" tanya Lucas percaya diri.


Olivia tersenyum. "Tentu saja, bagaimana kabarmu?"


"Aku selalu baik, bagaimana denganmu?"


"Aku juga," jawab Olivia lalu terdiam, ada sedikit keraguan dihatinya.


Lucas yang menyadari itu segera bertanya. "Apa ada yang bisa ku bantu?"


"Hm, aku ingin bertanya kepada Nyonya Obella bagaimana keadaannya, apakah Nyonya Obella sudah baikan?" tanya Olivia sambil menuangkan air untuk dirinya sendiri.


- Bersambung -


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thank you so much and see you next chapter~


__ADS_2