Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 64


__ADS_3

Sebelum pria yang disebut tuan muda kedua pergi ke cafe, ia mengamati Olivia cukup lama.


Dari posisinya, ia hanya bisa melihat bagian samping wajah Olivia.


Tapi hanya dilihat dari profilnya, pria itu tahu kalau Olivia memiliki fitur wajah yang sangat cantik.


Olivia memegang sebuah buku dan membaca dengan sangat serius, tak terlihat seperti wanita yang sedang kencan buta melainkan seperti mahasiswi teladan yang giat belajar.


Tuan muda kedua menghampiri Olivia dan mengetuk meja dengan buku-buku jarinya.


Olivia mendongak dan mengalihkan perhatiannya dari buku itu. Melihat pria di depannya, ia sedikit terkejut, belum sempat mengatakan sesuatu, pria itu sudah duduk di seberangnya.


"Tuan, apakah Anda perlu sesuatu?" Olivia memanggil pelayan setelah mengamati pria didepannya selama beberapa saat.


"Tolong segelas air es." Pria itu tersenyum cerah dan menatap pelayan dengan mata yang bersinar indah, sukses membuat pelayan itu tersipu malu.


Pria ini ... sangat tampan!


Dia juga sangat tinggi ... setidaknya 185 cm.


Alio adalah pria paling tampan yang pernah ditemui Olivia. Namun, pria didepannya ini tak kalah tampan dari Pak Presiden.

__ADS_1


Alio lebih berwibawa, tapi pria ini ... dia agak sombong dan tampak seperti Playboy.


Tunggu! Kenapa aku tiba-tiba memikirkan Alio? Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan pria itu! pikir Olivia dalam benaknya.


Olivia sedikit kesal, kemudian kembali memperhatikan pria yang duduk di seberangnya saat ini.


Ada keraguan di hati Olivia. Apakah dia benar-benar seorang pria yang sudah bercerai yang diperkenalkan oleh neneknya?


"Dari tadi, kamu terus menatapku, apakah aku ganteng?" Pria itu tersenyum menawan saat bertanya pada Olivia.


Olivia tak menjawab, ia agak pusing karena pria aneh ini sangat dekat dengannya


"Aku sudah tahu kalau aku ganteng."


Setelah menutup buku, Olivia membalas perkataan pria itu dengan wajah serius. "Apakah Anda tidak salah tempat duduk, Tuan?"


"Olivia Stein, kamu adalah orang yang berkencan buta denganku, kan?" pria tampan itu bertanya untuk memastikan.


"Iya...," Olivia mengangguk pelan setelah berpikir sejenak.


"Perkenalkan, aku Lucas Taylor! Pria yang kamu kencani."

__ADS_1


Lucas mengulurkan tangannya ke arah Olivia terlebih dahulu.


Olivia masih tak percaya bahwa pria ini adalah teman kencannya, ia juga mengulurkan tangannya dan membalas jabatan Lucas.


Sebelum bertemu dengannya, Olivia berpikir bahwa Lucas adalah seorang pria yang bercerai karena sudah tua dan membosankan.


Namun, saat bertemu... ia terkejut bahwa Lucas masih muda dan lucu, benar-benar berbeda dengan informasi yang diberikan oleh neneknya.


Karena itulah Olivia merasa sangat senang, jika tidak ... hanya dengan duduk sebentar saja pasti akan sangat menyiksanya.


Olivia dan Lucas benar-benar menghabiskan waktu di cafe sampai sore. Mereka mengobrol satu sama lain dengan baik dan bebas, entah itu tentang kehidupan pribadi mereka atau tentang pekerjaan.


Sore itu, suasana di antara mereka sangat santai dan nyaman, kemudian mereka pun makan malam bersama.


- Bersambung -


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2