Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 177


__ADS_3

"Ibu guruku bilang kalau tempat ini tidak seharusnya diperlihatkan pada wanita lain begitu saja, hanya calon istriku yang boleh melihatnya!" seru Olvi, lalu mengangkat kepalanya dan berbicara dengan ekspresi serius.


Olivia tak bisa menahan tawa lalu menyeka busa dihidung putranya itu dengan handuk dan setelah itu ia membungkus Olvi dengan handuk besar.


"Mama, Papa akan berulang tahun dua hari lagi, apakah Mama punya hadiah untuk Papa?"


Setelah Olivia meletakkan putranya itu di atas tempat tidur, Olvi pun langsung bertanya kepada sang ibu.


Olivia terlihat sangat terkejut hingga matanya berkedip, lalu balik bertanya pada putranya. "Apa Papamu akan merayakan ulang tahunnya?"


"Mama tidak tahu?" tanya Olvi balik.


"Mama belum mendengarnya."


Olvi menghela nafasnya lalu berkata. "Mama seharusnya menonton berita dan Mama akan tahu! Kalau Papa tahu hanya Mama seorang saja yang tidak ingat, Papa pasti akan marah!"


"Mama tidak bermaksud seperti itu, Sayang … ada banyak hal yang terjadi belakangan ini, jadi Mama minta maaf, ya?" ucap Olivia.


Lalu, Olivia bertanya pada putranya. "Apa kamu sudah punya hadiah untuk diberikan pada Papamu, Sayang? Ataukah … kamu masih memikirkannya?"

__ADS_1


"Tentu saja Ada! Aku akan membuatkan kartu ucapan terbaik untuk Papa. Mama, menurut Mama, apa Papa akan menyukainya?"


"Tentu saja, Sayang! Selama kamu yang membuatnya, Mama yakin, Papamu … pasti akan menyukainya," jawab Olivia membuat perasaan putranya jauh lebih baik dari sebelumnya.


Lalu, saat Olivia memikirkan hadiah untuk Alio, ia ingin bertanya pada putranya tentang hadiah apa yang pantas ia berikan pada Alio?


"Sayang, menurut kamu … hadiah apa yang pantas Mama berikan kepada Papamu?" Olivia akhirnya bertanya pada putranya.


Alio tak kekurangan apapun, jadi barang-barang murah tentu saja tak akan membuat pria itu senang, tapi Olivia tak mampu membeli hadiah yang mahal.


Terlebih lagi, Olivia tak bisa menulis kartu ucapan dengan tangan seperti putranya yang terlalu asal-asalan sebagai orang dewasa.


"..."


Olivia menepuk kepala anak itu lalu bersuara. "Jangan ngomong yang enggak-enggak! Siapa bilang Papamu mengejarku?"


...—oOo—...


Pesta ulang tahun Alio diadakan sehari sebelumnya di auditorium mansion keluarga Wilson.

__ADS_1


Sebenarnya, itu lebih seperti medan perang yang sunyi daripada pesta ulang tahun, karena para pemimpin dari berbagai negara akan datang untuk memberikan ucapan dan hadiah, bertukar pikiran (maksudnya informasi dan ide) dan yang terakhir … meningkatkan hubungan diplomatik, sehingga semua tamu yang ada di pesta itu akan bertindak dan berbicara dengan hati-hati.


Tentu saja suasana di pesta itu dipenuhi dengan keduanya … perasaan hangat dan tegang!


Olivia juga menghadiri perjamuan itu sebagai penerjemah, ia mengikuti Menteri Keuangan dan menerjemahkan secara langsung. Mengenakan pakaian formal dan sepatu hak tinggi sepanjang malam, Olivia merasa sakit disekujur tubuhnya, tapi kualitas profesionalnya membuatnya tetap bersemangat.


Kadang-kadang…


Saat Olivia punya sedikit waktu luang, matanya akan tertuju pada seseorang secara tak sadar.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2