Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 42


__ADS_3

Di dalam mobil.


Terlihat, Olivia bersandar di pundak Alio dalam keadaan tak sadarkan diri.


Tadi, saat Alio bertemu dengan tamu penting dari luar negeri di hotel, kebetulan ia melihat Olivia.


Harusnya saat itu Alio bisa saja mengabaikannya. Namun, saat Alio melihat Olivia dalam keadaan tak baik-baik saja, akhirnya ia menyuruh para bodyguardnya untuk menjemput wanita itu.


Olivia menggeliat dan tanpa sadar tangannya memeluk Alio lalu ia berbaring di dada bidang pria itu.


Olivia sangat mabuk dan kepalanya terasa sangat pusing, sebenarnya ia tak pernah mabuk sampai pingsan seperti ini sebelumnya.


"Hei...," panggil Alio dengan suara rendah, tapi Olivia tidak menjawabnya dan malah semakin mengeratkan pelukannya.


Saat Alio mencoba memindahkan wanita itu, namun wanita itu malah menolak melepaskannya.


Alio menghela nafas karena dari tadi wanita itu tak kunjung sadarkan diri.


"Olivia...," panggilnya pasrah sekali lagi, tetapi hasilnya tetap sama.


Alio bersusah payah melepaskan Olivia darinya, tapi tangan wanita itu masih memeluk erat lehernya, sehingga posisi Alio setengah terhenti menghadap Olivia.


Wajah mereka sangat dekat dan bahkan Alio bisa mencium aroma wine yang sangat kuat dari Olivia.


"Hm?" gumam Olivia lalu membuka matanya perlahan saat samar-samar mendengar seseorang memanggilnya.

__ADS_1


Mata Olivia yang redup karena mabuk menatap Alio samar, tiba-tiba ... ia mengangkat tangannya dan jemarinya yang putih membelai wajah Alio dengan lembut.


Tangannya sangat lembut dan hangat..., batin Alio lalu tersentak dan tersadar.


Tubuh Alio terasa memanas dan mati rasa sekarang.


"Olivia, lepaskan!" seru pria itu sedikit panik karena perasaannya saat ini sungguh tak nyaman.


"Mengapa kamu tega melakukan itu padaku 5 tahun yang lalu!?" tanya Olivia dalam keadaan tak sadar.


Setelah mendengar itu, Alio pun menyipitkan matanya sambil mengerutkan keningnya.


"Kau, apakah keluargamu memperlakukanmu dengan buruk sehingga kau jadi seperti ini!?"


"Apa maksudmu?" tanya Alio lagi.


"Kamu pasti tidak tahu bagaimana kehidupanku selama lima tahun terakhir ini, kan?" lanjutnya bertanya dan mulai terisak


"Saat aku berusia 18 tahun, kamu datang dan menghancurkan hidupku!" seru Olivia dengan suara yang bergetar saat mengeluarkan rasa sakitnya selama ini.


"Kamu mengambil semuanya dariku hingga aku kehilangan segalanya!"


"Bahkan, aku kehilangan pria yang sangat aku cintai! Semua orang termasuk keluargaku menghinaku karena menjadi aib keluarga Stein!"


"Padahal ... aku tidak melakukan kesalahan! Apa kamu tahu betapa sakitnya itu!?" lanjut Olivia sangat emosional.

__ADS_1


Karena Olivia minum terlalu banyak, saat ini suaranya terdengar sedikit serak.


Entah apa yang Olivia pikirkan, ia hanya ingin mengungkapkan semua isi hatinya pada pria itu.


Penglihatan Olivia samar karena matanya dipenuhi oleh air mata saat berbicara dengan Alio.


Sebenarnya, Olivia tak ingin menangis di depan pria yang ia benci dan juga tak ingin ia maafkan itu, namun tanpa sadar air matanya langsung keluar begitu saja tanpa peringatan.


Setelah mendengar semua keluh kesah Olivia dan melihat wanita itu sampai menangis, Alio akhirnya mengerti.


"Berarti benar keluargamu memperlakukanmu dengan buruk," ucapnya dengan nada dingin.


Olivia diam sebagai jawaban, lalu ia tertawa pilu sambil menangis.


Tak lama, Olivia menarik leher Alio lalu menenggelamkan wajahnya di sana.


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~


Thankyou so much and see you next chapter~

__ADS_1


__ADS_2