Melahirkan Anak Untuk Presiden

Melahirkan Anak Untuk Presiden
Part 95


__ADS_3

Olivia tertegun, ia menoleh sementara Alio membungkuk untuk mendekatkan wajahnya.


Tiba-tiba jantung Olivia berdetak kencang, tangannya mencengkram kuat knop pintu di belakang punggungnya.


"Olivia, dengarkan! Jangan buang waktumu!" Alio berkata dengan sikap sombong dan Olivia bisa merasakan nafasnya yang sangat agresif. "Kau harus berada sejauh mungkin dengan seorang pria yang bercerai apalagi memiliki anak! Jika kau masih berkencan dengan pria semacam itu, aku akan menghukummu! Dan aku selalu punya cara untuk memisahkan kalian!"


Olivia berkedip.


Kenapa pria ini sangat egois dan suka mengatur hidupnya?!


Selain itu, kenapa … kenapa Alio tak mengizinkannya berkencan dengan orang lain? Sementara Olvi saja tak protes sama sekali!


Alio ingin mengatakan sesuatu, tapi pria itu hanya melirik Olivia dan kemudian pergi.


Pria itu langsung memasuki kamarnya dan membanting pintu.


Olivia sangat bingung, ada masalah apa dengan pria itu?


...—oOo—...


Keesokan harinya … di pagi hari.

__ADS_1


Saat Alio dan Olvi sudah berada di ruang makan, Olivia masih di kamarnya di lantai atas.


Olvi memakan kue dan bertanya. "Papa dan Mama tiba-tiba menghilang secara bersamaan dan kalian berdua kembali pada saat yang sama juga. Apakah Papa dan Mama diam-diam berkencan?"


Anak kecil itu cukup pintar.


Alio melirik putranya. "Apakah kamu yang menyuruh Mamamu pergi ke kencan buta?"


"Ya." Olvi mengangguk. "Awalnya, aku ingin menikahi Mama. Tapi, guruku bilang kalau aku masih terlalu muda. Papa, kamu sangat cocok dengan Mama, tapi kamu tidak mau menikahinya. Jadi … aku harus menyuruh Mama untuk pergi ke kencan buta. "


Alio meletakkan alat makannya dan menatap putranya yang duduk di kursi anak-anak. Pria itu bertanya dengan santai. "Terakhir kali, Papa sudah bilang akan mengajarimu merakit senjata, kan? Apakah kamu masih ingin belajar?"


"Ya, tentu saja!" sahut Olvi semangat, kedua matanya sangat berbinar-binar. "Kapan Papa akan mengajari aku? Papa tidak boleh membohongi aku lagi kali ini, kalau tidak … aku akan marah!"


"Saat Mamamu turun, kamu bilang padanya kalau kamu tidak ingin dia pergi kencan buta lagi. Kalau sudah, Papa akan meminta seseorang untuk mengajari kamu."


"Kenapa?" anak itu menggerakkan mulutnya dengan wajah heran. "Papa, apakah ini yang ingin Papa katakan? Papa tidak ingin mama pergi kencan buta? "


"Tidak."


"Lalu kenapa Papa menyuruh aku untuk mengatakan itu?"

__ADS_1


"Kamu tidak mau belajar merakit senjata?" Alio mengangkat alisnya.


"Tentu saja aku mau!"


"Kalau begitu katakan saja apa yang Papa suruh padamu dan jangan bertanya lagi!"


Huh! Ini jelas merupakan ancaman! batin Olvi bete.


Anak itu tak puas dan tak setuju, Olvi berpikir keras di kepalanya yang kecil, tapi ia tak punya ide selain mempertimbangkannya lagi dan lagi.


Olvi ingin belajar merakit senjata, tapi ia juga ingin Mamanya menemukan pria yang baik!


Alio melirik putranya sambil menyeruput kopi lalu melanjutkan. "Pikirkanlah baik-baik, hanya ada satu kesempatan. Kamu hanya punya waktu sekitar satu menit!"


— Bersambung —


***


Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~


Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~

__ADS_1


Thankyou so much and see you next chapter~


__ADS_2